Institusion
Universitas Negeri Jakarta
Author
NADYA PRISKANAULI, .
Subject
Sains, Ilmu Pengetahuan Alam
Datestamp
2020-06-18 16:08:03
Abstract :
Demam tifoid (tifus) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang dapat ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Saat ini, metode yang umum digunakan sebagai alat diagnosis demam tifoid adalah uji widal yang memanfaatkan interaksi antigen dan antibodi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan prototype alat deteksi demam tifoid dengan menggunakan protein rekombinan Fim-C S. typhi sebagai antigen penangkapnya dengan menggunakan metode Dot Blot. Prototype alat deteksi demam tifoid memberikan hasil positif dot berwarna cokelat pada interaksi antara antibodi serum pasien tifus dengan antigen protein rekombinan Fim-C S. typhi, dan protein ekstrak S. typhi. Sedangkan pada serum manusia sehat yang telah diuji negatif terhadap bakteri S. typhi, menghasilkan terbentuknya dot tipis berwarna cokelat pada protein
rekombinan Fim-C S. typhi. Namun, pada protein ekstrak S. typhi menghasilkan dot lebih tebal dibandingkan dengan dot pada protein rekombinan Fim-C S. typhi maupun pada kontrol positif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prototype alat deteksi demam tifoid dengan pendekatan antibody capture dapat dikembangkan.
Kata Kunci : Demam tifoid, alat deteksi, antibody capture, protein rekombinan Fim-C S. typhi, protein ekstrak S. typhi.