Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesatiran tentang involusi
budaya pada novel Pasar karangan Kuntowijoyo suatu tinjauan sosiologi sastra.
Di dalam novel Pasar terdapat sepuluh bab yang menjadi objek penelitian ini.
Fokus penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan persilangan antara empat
ruang sosial yang berbeda, yaitu berupa ruang sosial priyayi, ruang sosial
usahawan, ruang sosial profesional modern dan wong cilik dalam menghadapi
masa transisi pada masyarakat Jawa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode
struktural dengan melihat tokoh dan penokohan, alur, latar. Pendekatan dalam
penelitian ini ialah sosiologi sastra. Dengan pendekatan sosiologi sastra peneliti
melakukan analisis kesatiran tentang involusi budaya yang terdapat dalam novel
Pasar.
Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa kesatiran tentang involusi
budaya yang terdapat dalam novel Pasar ini yaitu: (1) Lemahnya nilai moral yang
terdiri atas mawas diri yang disatir dengan gaya ironi dan kekerasan, kurangnya
tanggung jawab publik yang disatir dengan paradoks dan ironi, samadya dengan
penggunaan paradoks dalam menyampaikan satir, nilai estetika disatir dengan
gaya melebih-lebihkan dan lemahnya nilai kesopanan disampaikan dengan ironi.
(2) Lemahnya ide mencakup mengenai kurangnya inovasi-inovasi dalam
manajemen pengelolaan yang disatir secara ironi. (3) Kurang responsif terhadap
perubahan fokus utama yang dilakukan yaitu mengoreksi kinerja dari elite lokal
dan aparat penegak hukum. Pada aspek ini satir dilakukan secara langsung, aktual
maupun paradoks. (4) Perubahan tanpa kualitas. Aspek ini menyoroti usaha-usaha
yang dilakukan oleh tokoh yang mewakili ruang sosial usahawan dengan gaya
satir berupa parodi dan antitesis. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan
bahwa setiap perubahan membawa ekses kultural, sehingga setiap perubahan itu
harus ditanggapi dengan hati-hati.
Kata Kunci: Novel Pasar, Sosiologi Sastra, Satir, Involusi Budaya.