Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur mistisisme Jawa dalam
novel Bilangan Fu. Sebagai ideologi yang kuat, mistisisme Jawa mengakar dan
menyokong rekayasa kultural national building di Indonesia. Tradisi animisme
dan dinamisme berakulturasi dengan ajaran Islam menjadikan perwujudan
Ketuhanan masyarakat Jawa berpadu di antara rasional dan irasionalitas.
Kecendurungan dihadirkan Ayu dalam Bilangan Fu yang sejatinya merupakan
pencerminan dari realitas dialektika masyarakat Jawa sesungguhnya.
Kajian terhadap unsur mistisisme menerapkan pendekatan antropologi
sastra dan model semiotika Roland Barthes. Analisis struktural dilakukan sebagai
tahap awal dalam pengkajian. Melalui kajian struktural dilakukan kajian terhadap
unsur mistisisme Jawa dengan lebih dahulu mengkaji mitos. Pengkajian mitos
menggunakan model semiotika Roland Barthes dan selanjutnya dilakukan
interpretasi simbolik terhadap simbol-simbol mitos yang ada dengan pendekatan
antropologi simbolik Clifford Geertz. Analisis mengungkap kepercayaankepercayaan
Jawa yang terpantul dalam karya sastra. Selain itu ditujukan pada
mitos mistis dan simbol-simbol ritual serta hal-hal tradisi yang mewarnai
masyarakat yang terpantul dalam Bilangan Fu.
Hasil penelitian tercermin bahwa unsur mistis yang merupakan bagian dari
budaya Jawa merupakan sarana menerjemahkan penghayatan pada Tuhan. Ini
sebagai hasil dari akulturasi antara ajaran Hindu dengan masuknya Islam ke Pulau
Jawa. Ajaran Hindu yang mayoritas animisme dan menganut ritual berpadu
dengan ajaran Islam yang notabenenya melakukan ibadah tanpa ritual (musyrik).
Selain itu, mitos mengenai mistis juga masih berkembang luas di masyarakat
namun esensinya telah beralih. Modernisme menjadi penyebab timbulnya
kapitalisasi mistis untuk kepentingan individu maupun korporasi.
Dari sekian banyak keyakinan mistik orang Jawa yang terdiri dari
bermacam-macam elemen, sesungguhnya elemen?elemen tersebut berujung pada
satu hal yang dijunjung tinggi orang Jawa, yakni keteraturan hidup. Meskipun
Islam berkembang, namun ajaran Hindu tersebut dipertahankan dan diterjemahkan
sebagai penghormatan terhadap alam dengan tujuan manunggaling kawula Gusti
(God mysticism).
Kata Kunci: Mistisisme, Mistik, Mitos, Antropologi, Jawa, Kualitatif Deskriptif.