Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan
teknik menggambar untuk mengurangi kecemasan sosial terhadap korban
cyberbullying siswa kelas VIII di SMP Negeri 259 Jakarta Timur. Metode
penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain onegroup
pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling sehingga delapan siswa yang mengalami kecemasan
sosial sebagai korban cyberbullying dijadikan sebagai sampel penelitian.
Pengukuran penelitian menggunakan Social Anxiety Inventory yang telah
diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Hasil perhitungan validitas instrumen
kecemasan sosial diperoleh 18 butir item valid, sedangkan reliabilitas
menunjukkan 0.949 yang berarti instrumen termasuk kategori sangat reliabel.
Hasil perhitungan validitas instrumen korban cyberbullying diperoleh 42 butir
item valid, sedangkan reliabilitas menunjukkan 0.893 yang berarti instrumen
termasuk kategori reliabel. Teknik analisis data untuk pengujian hipotesis
menggunakan Wilcoxon Match Pairs Test. Hasil uji hipotesis menunjukkan
nilai Asymp. Sig sebesar 0.012, yang berarti lebih kecil dari signifikasi ? 0.05,
sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan
hasil penelitian, penggunaan teknik menggambar berpengaruh untuk
menurunkan kecemasan sosial terhadap korban cyberbullying siswa kelas
VIII di SMP Negeri 259 Jakarta Timur. Teknik menggambar merupakan salah
satu bentuk intervensi yang dapat digunakan oleh guru BK dalam menangani
kecemasan sosial terhadap korban cyberbullying siswa kelas VIII di SMP
Negeri 259 Jakarta Timur.