Institusion
Universitas Jambi
Author
Yulianti, Heni
Syahri, Wilda
Muhaimin, Muhaimin
Subject
L Education (General)
Datestamp
2020-09-02 02:05:30
Abstract :
Proses pembelajaran pada materi hidrolisis garam siswa cenderung hanya menerima, maupun mengahafal konsep yang disampaikan oleh guru dan kurang menambah informasi dari fenomena ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu guru menginginkan suatu pembelajaran yang terbaik dalam membantu siswa meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta menelaah informasi maupun data dari suatu permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Dua model pembelajaran yang mendukung aspek-aspek kemampuan berpikir kritis yaitu model pembelajaran PBL dan Discovery Learning.
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui antara model pembelajaran PBL dan discovery learning yang paling baik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi hidrolisis garam di SMA Negeri 2 Kota Jambi.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Kota Jambi dan diambil 2 kelas sebagai sampel secara sampling purposive. Jenis penelitian ini adalah Quasi experimental dengan desain pretest-posttest control group desain. Instrumen penelitian yang digunakan tes essay dan lembar observasi yang sebelumnya divalidasi oleh validator. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-t .
Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada taraf signifikan ?=0,05 diperoleh thitung = 2,8496 > 1,6669= ttabel sehingga H0 berada pada daerah penolakan atau Ha diterima.
Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi hidrolisis garam