Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan model pembelajaran Creative Problem
Solving (CPS) pada materi hidrolisis garam dan korelasinya dengan kemampuan berpikir kreatif siswa
di SMAN 8 Kota Jambi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode campuran (mix
method) dengan jenis model triangulasi konkuren. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan
purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar instrumen keterlaksanaan
model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) baik dari guru maupun siswa dan soal tes esai
kemampuan berpikir kreatif siswa. Pengujian hipotesis dilakukan uji korelasi product moment.
Keterlaksanaan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) oleh siswa adalah 69,80% pada
ranah afektif dan 65,77% pada ranah psikomotor dengan kategori baik dan persentase kemampuan
berpikir kreatif siswa adalah 70,22%. Korelasi keterlaksanaan model pembelajaran Creative Problem
Solving (CPS) dengan kemampuan berpikir kreatif siswa diperoleh rxy = 0,69 pada ranah afektif dan
rxy = 0,66 pada ranah psikomotor dengan tingkat hubungan kuat. Berdasarkan hasil penelitian
disimpulkan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berjalan
dengan baik dan terdapat korelasi keterlaksanaan model Creative Problem Solving (CPS) dengan
kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi hidrolisis garam di kelas XI IPA SMAN 8 Kota Jambi.