Institusion
Universitas Jambi
Author
Barunata, Bahar
Hadiyanto, Hadiyanto
Wulandari, Sovia
Subject
L Education (General)
Datestamp
2020-11-12 02:40:40
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi kutipan-kutipanseloko adat melamar yang ditemukan dalam teks cerita rakyat tapa malenggang. Cerita rakyat tapamalenggang sudah dianggap sebagai ikon penting oleh masyarakat Batanghari. Berbekal nilai-nilai sejarah dan tradisi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan cerita rakyat tapa malenggang sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun 2019.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Deskriptif Kualitatif dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Analisis tidak semata-mata menguraikan melainkan juga memberikan pemahaman dan penjelasan secukupnya. Data yang digunakan adalah data tertulis yang diperolah dari Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Regam Kabupaten Batanghari. Teknik yang digunakan adalah membaca teks, menandai,mengklasifikasi data, wawancara dan rekam.Penelitian ini terfokus pada seloko yang terdapat dalam cerita rakyat tapa malenggang di Kabupaten Batanghari. Hal ini dikarenakan bentuk seloko yang ditemukan dalam cerita rakyat tapa malenggang berbeda dengan bentuk seloko Melayu Jambi pada umumnya.Hasil penelitian ini mendeskripsikanbentuk dan fungsi yang ditemukan dalam kutipan seloko adat melamar yang terdapat dalam teks cerita rakyat Tapa
Malenggang. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perubahan atau perbedaan bentuk dari seloko dalam cerita TapaMalenggang dengan seloko melayu Jambi.Sedangkan fungsinya masih sama dengan seloko Melayu Jambi.Sesuai dengan hasil penelitian ini, disarankan kepada mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, untuk mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai sastra dalam cerita tapa malenggang, menganalisis unsur lain yang terkandung di dalam sastra lisan tersebut sebagai objek penelitian selanjutnya, sehingga hasil penelitian ini bisa bermanfaat bagi kelanjutan pengumpulan dan pengawetan tadisi lisan.