Abstract :
Kurikulum 2013 menekankan adanya suatu pendekatan ilmiah yang
melibatkan keterampilan yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengolah
informasi, dan mengkomunikasikan. Hasil observasi ditemukan siswa kelas XI
MIPA di SMAN 5 Kota Jambi masih banyak siswa yang kurang berpartisipasi
dalam pembelajaran dan kurangnya memahami konsep materi tersebut, sehingga
keterampilan proses sains yang dimiliki siswa masih belum optimal. Salah satu
model pembelajaran yang mampu meningkatan keterampilan proses sains di
dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran Group Investigation.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan model
pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan korelasinya dengan
keterampilan proses sains siswa pada materi laju reaksi di SMAN 5 Kota Jambi.
Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan campuran
(mix method) dengan jenis model triangulasi konkuren. Teknik pengambilan
sampel dilakukan dengan purposive sampling yaitu kelas XI IPA. Instrumen
penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan model Group
Investigation oleh guru maupun siswa dan lembar observasi keterampilan proses
sains siswa. Untuk melihat korelasi keterlaksanaan model Group Investigation
dengan keterampilan proses sains siswa dilakukan uji korelasi product moment
pearson.
Keterlaksanaan model pembelajaran Group Investigation oleh siswa adalah
58.98% dengan kategori cukup baik dan presentase keterampilan proses sains
siswa adalah 62.55% dengan kategori cukup baik. Korelasi keterlaksanaan model
Group Investigation dengan keterampilan proses sains siswa diperoleh rxy = 0,48
dengan tingkat korelasi sedang dan r2 = 23,89% dengan pengaruh rendah.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa keterlaksanaan model
pembelajaran Group Investigation berjalan dengan baik dan terdapat korelasi
keterlaksanaan model GI dengan keterampilan proses sains siswa pada materi laju
reaksi di kelas XI MIPA SMAN 5 Kota Jambi.