Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang: Kecelakaan kerja adalah kejadian tak terduga yang dapat
mengganggu alur kerja. Pekerja las memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecelakaan kerja adalah umur,
pendidikan terakhir, penggunaan APD, perilaku dan pencahayaan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja
pada pekerja di bengkel las Kecamatan Kota Baru.
Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross
sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 117 pekerja di bengkel las Kecamatan
Kota Baru. Dengan teknik sampling accidental sampling, didapatkan sampel
sebanyak 53 responden.
Hasil: Prevalensi kejadian kecelakaan kerja di bengkel las Kecamatan Kota Baru
pada kategori sering adalah 69,1% sedangkan yang jarang adalah 30,9%. Ada
hubungan antara umur (p-value= 0,044), pendidikan (p-value= 0,000), penggunaan
APD (p-value= 0,001), perilaku (p-value= 0,003) dengan kejadian kecelakaan
kerja pada pekerja bengkel las Kecamatan Kota Baru. Tidak ada hubungan antara
pencahayaan (p-value= 0,763)dengan kejadian kecelakaan kerja di bengkel las
Kecamatan Kota Baru.
Kesimpulan: Responden yang mengalami kecelakaan kerja yang sering sebesar
69,1%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja adalah umur,
pendidikan, penggunaan APD dan perilaku, sedangkan faktor yang tidak
berhubungan adalah pencahayaan. Disarankan kepada bengkel las untuk
meningkatkan kesadaran pekerja untuk menghindari hal-hal yang dapat
meningkatkan risiko kecelakaan kerja dengan membuat kebijakan serta forum
diskusi bagi pekerja.
Kata Kunci: Alat Pelindung Diri, Kecelakaan Kerja, Pencahayaan, Pendidikan
Terakhir, Perilaku, Umur.