Abstract :
Latar Belakang : Tanaman Pulai memiliki kandungan metabolit sekunder seperti
alkaloid, flavonoid, tanin, steroid dan fenolik yang dapat berfungsi sebagai
antioksidan. Antioksidan alami dapat diperoleh pada bagian daun tanaman Pulai.
Penelitian terdahulu mengenai uji aktivitas antioksidan daun pulai telah dilakukan
tetapi masih berupa ekstrak sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai
pengaplikasiannya dalam bentuk sediaan topikal. Tujuan penelitian ini untuk mencari
formula terbaik yang memberikan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun pulai dalam
bentuk sediaan gel dan mengamati pengaruhnya terhadap karakteristik fisik sediaan.
Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium menggunakan metode
DPPH untuk pengujian antioksidan dan variasi konsentrasi HPMC dan Gliserin untuk
memperoleh formula optimal. Parameter yang diamati dalam menentukan formula
optimal yaitu homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas dan pH. Hasil yang
diperoleh dari software design experimental dianalisis menggunakan one sample ttest untuk mengetahu perbandingan antara prediksi dengan hasil evaluasi.
Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun pulai memiliki
aktivitas antioksidan yang tergolong tinggi dengan IC50 69,411. Setelah dijadikan
sediaan gel, aktivitas antioksidan masih tergolong tinggi dengan IC50 87,587.
Formula optimal yang diperoleh untuk menghasilkan sediaan gel dengan karakteristik
fisik sediaan yang baik yaitu menggunakan 0,822 HPMC dan 10,678 Gliserin
Kesimpulan. Ekstrak metanol daun pulai memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi
dan dapat diaplikasikan dalam bentuk sediaan gel.
Kata Kunci : Tanaman Pulai (Alstonia scholaris L.), Antioksidan, Gel, Optimasi,
HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose), Gliserin