Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung pati kentang (Solanum tuberosum L) dan tepung tapioka (Manihot utilissima) terhadap kualitas organoleptik bakso daging ayam dan mengetahui konsentrasi tepung yang optimal pada kualitas organoleptik bakso daging ayam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 30 orang panelis sebagai kelompok. Perlakuan tersebut adalah perbandingan antara tepung pati kentang dan tepung tapioka dengan P0= 0% : 15% ; P1= 5% : 10% ; P2=10% : 5% ; P3=15% : 0%. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah warna, aroma, tekstur, kekenyalan, dan rasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan Sidik Ragam (Anova) apabila berpengaruh, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan sedangkan untuk membedakan tingkat kesukaan antara panelis laki-laki dan perempuan digunakan Uji Chi-Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap peubah pada bakso ayam. Pada tingkat kesukaan bakso antara panelis laki-laki dan perempuan berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap peubah pada bakso ayam. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung pati kentang (Solanum tuberosum L) dan tepung tapioka (Manihot utilissima) dengan konsentrasi berbeda memberi pengaruh yang sama terhadap kesukaan warna, aroma, tekstur, kekenyalan dan rasa bakso. Antara laki-laki dan perempuan mempunyai tingkat kesukaan yang tidak berbeda terhadap kualitas organoleptik bakso daging ayam. Dalam penelitian ini pada perlakuan penambahan tepung pati kentang dan tepung tapioka bisa digunakan dengan konsentrasi sampai 15%.