Abstract :
ABSTRAK
Sukmawati, R. 2023. Pengembangan Model KOLAKIR Pada Pembelajaran IPA
Berdiferensiasi Materi Kemagnetan di Kelas IX SMP. Tesis Program Magister Pendidikan IPA
Universitas Jambi, Pembimbing I. Prof. Dr. rer. nat. Drs. Asrial, M.Si. II. Prof. Dr. Drs. Kamid,
M.Si.
Hasil observasi yang dilakukan di lapangan menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran
IPA masih terdapat pembelajaran yang berpusat pada guru, media belajar kurang kreatif,
metode mengajar tidak variatif , kurang pemanfaatan IT dan kurangnya tehnik diferensiasi
dalam proses pembelajaran. . Model KOLAKIR dikembangkan dengan mengusung kegiatan
peserta didik belajar secara kolaboratif, aktif, kreatif dan interaktif. Tujuan dari penelitian
pengembangan ini adalah mengembangkan Model KOLAKIR , menganalisis validitas Model
KOLAKIR , menganalisis praktikalitas Model KOLAKIR pada pembelajaran IPA
berdiferensiasi di SMPN 25 Kota Jambi. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan
menggunakan desain pengembangan ADDIE dengan tahapan analisis, desain, pengembangan
dan evaluasi. Instrument yang di gunakan berupa lembar angket validasi untuk mengetahui
kelayakan model yang terintegrasi dalam RPP berdifernsiasi , e-guide learning sebagai
panduan belajar peserta didik , validasi materi, angket respon guru dan peserta didik setelah
pemanfaatan model ini dalam proses pembelajaran.Tekhnik analisis data menggunkan teknik
analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif adalah data yang diperoleh berupa
masukan dari validator pada tahap validasi, juga masukan dari tim ahli. Sedangkan kuantitatif
adalah data yang memaparkan hasil kevalidan dari desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) model pembelajaran KOLAKIR pada pembelajaran IPA berdiferensiasi. Data hasil
kualitatif akan diubah menjadi data kuantitatif menggunkan Skala Likert. Hasil validasi
terhadap pengembangan Model Kolakir serta E-Guide Learning yang dilakukan ahli model
dan desain pembelajaran serta ahli materi dinyatakan valid (layak) selanjutnya diujicobakan.
Respon guru menunjukkan nilai persentase 81,7 % , sedangkan pada peserta didik respon
menunjukkan nilai 81,08 % . Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa Model Kolakir dan
E-Guide Learning yang dikembangkan sangat layak untuk di gunakan dalam pelaksanaan
proses pembelajaran.
Kata Kunci : Model, KOLAKIR, E-Guide, Learning, Kemagnetan