DETAIL DOCUMENT
PENGEMBANGAN MODEL KOLAKIR PADA PEMBELAJARAN IPA BERDIFERENSIASI MATERI KEMAGNETAN DI KELAS IX SMP
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jambi
Author
Sukmawati, Ria
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2023-07-20 04:59:24 
Abstract :
ABSTRAK Sukmawati, R. 2023. Pengembangan Model KOLAKIR Pada Pembelajaran IPA Berdiferensiasi Materi Kemagnetan di Kelas IX SMP. Tesis Program Magister Pendidikan IPA Universitas Jambi, Pembimbing I. Prof. Dr. rer. nat. Drs. Asrial, M.Si. II. Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si. Hasil observasi yang dilakukan di lapangan menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran IPA masih terdapat pembelajaran yang berpusat pada guru, media belajar kurang kreatif, metode mengajar tidak variatif , kurang pemanfaatan IT dan kurangnya tehnik diferensiasi dalam proses pembelajaran. . Model KOLAKIR dikembangkan dengan mengusung kegiatan peserta didik belajar secara kolaboratif, aktif, kreatif dan interaktif. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan Model KOLAKIR , menganalisis validitas Model KOLAKIR , menganalisis praktikalitas Model KOLAKIR pada pembelajaran IPA berdiferensiasi di SMPN 25 Kota Jambi. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan desain pengembangan ADDIE dengan tahapan analisis, desain, pengembangan dan evaluasi. Instrument yang di gunakan berupa lembar angket validasi untuk mengetahui kelayakan model yang terintegrasi dalam RPP berdifernsiasi , e-guide learning sebagai panduan belajar peserta didik , validasi materi, angket respon guru dan peserta didik setelah pemanfaatan model ini dalam proses pembelajaran.Tekhnik analisis data menggunkan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif adalah data yang diperoleh berupa masukan dari validator pada tahap validasi, juga masukan dari tim ahli. Sedangkan kuantitatif adalah data yang memaparkan hasil kevalidan dari desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model pembelajaran KOLAKIR pada pembelajaran IPA berdiferensiasi. Data hasil kualitatif akan diubah menjadi data kuantitatif menggunkan Skala Likert. Hasil validasi terhadap pengembangan Model Kolakir serta E-Guide Learning yang dilakukan ahli model dan desain pembelajaran serta ahli materi dinyatakan valid (layak) selanjutnya diujicobakan. Respon guru menunjukkan nilai persentase 81,7 % , sedangkan pada peserta didik respon menunjukkan nilai 81,08 % . Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa Model Kolakir dan E-Guide Learning yang dikembangkan sangat layak untuk di gunakan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Kata Kunci : Model, KOLAKIR, E-Guide, Learning, Kemagnetan 
Institution Info

Universitas Jambi