Abstract :
Latar belakang : Kenakalan Remaja ialah perbuatan anak remaja (usia belasan tahun) yang
berlawanan dengan ketertiban umum, yakni nilai dan norma yang diakui masyarakat. Salah
satu contoh dari kenakalan remaja adalah perilaku seksual sebelum menikah. Perilaku seksual
sebelum menikah dipengaruhi oleh lingkungan tempat remaja tinggal, pergaulan serta
kurangnya pengawasan dari orang tua. Komunikasi antara orang tua dan anak yang terjalin
dengan baik sangat berpengaruh terhadap perilaku seorang anak, pola komunikasi dalam
keluarga yang baik misalnya komunikasi assertive dilakukan orangtua ketika orangtua
mengajari sesuatu hal kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
fungsi komunikasi dalam keluarga dengan perilaku seksual sebelum menikah pada remaja
putri.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Di analisa dengan univariat distribusi frekuensi, bivariat uji chi-aquere.Dengan tehnik
pengambilan sempelpurposive sampel dengan jumlah sambel sebanyak 55 remaja putri.
Hasil : Mengatahui sebagain besar siswi tempat penelitian memiliki pola komunikasi postitif
(59,0%), sebagian siswi tempat penelitian memeiliki tingkat kenakalan yang normal (54,1%)
Berdasarkan statistic chi squere terdapat hubungan fungsi komunikasi dalam keluarga dengan
perilaku seksual sebelum menikah pada remaja P-Value 0,013 ( p<0,05)
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pola komunikasi dalam keluarga
dengan perilaku seksual sebelum menikah pada remaja putri sehingga orang tua/keluarga dapat
meningkatkan komunikasi positif untuk mengurangi kenakalan pada remaja putri.