DETAIL DOCUMENT
Penerapan Prinsip Responsibility to Protect Terhadap Kejahatan Kemanusiaan (Studi Kasus Kudeta Militer Myanmar)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jambi
Author
Rozano, M.Tawakal Insani
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2023-07-21 02:22:00 
Abstract :
Myanmar merupakan Negara yang sering mengalami kudeta militer, Tatmadaw yang dikenal sebagai tentara Myanmar melakukan serangan yang meluas dan sistematis ke daerah penduduk sipil menggunakan serangan udara dan senjata berat, serta dengan sengaja menargetkan serangan tersebut ke warga sipil. Konflik yang terjadi di Myanmar masuk dalam ruang lingkup penerapan prinsip Responsibility to Protect karena prinsip ini bertujuan untuk melindungi masyarakat sipil dari suatu kejahatan kemanusiaan, meliputi pembunuhan massal, pembersihan etnis, kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan. Responsibility to Protect dapat diterapkan apabila Negara tidak mampu (Unable) atau tidak memiliki keinginan (Unwilling) untuk melindungi warga negaranya dari kejahatan terhadap kemanusiaan maka komunitas internasional dibawag PBB memiliki tangung jawab dalam melakukan intervensi dengan tujuan untuk menyelamatkan warga negaranya dari kejahatan terhadap kemanusiaan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana proses penerapan prinsip Responsibility to Protect untuk diterapkan pada kasus kejahatan kemanusiaan dalam kudeta militer di Myanmar. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah prinsip Responsibility to Protect dapat diterapkan pada kasus kejahatan kemanusiaan dalam kudeta militer yang terjadi di Myanmar? Metode Penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan memperoleh bahan pustaka melalui buku teks, jurnal, internet, serta menggunakan pendekatan konseptual, pendekatan kasus, serta pendektakan sejarah. Hasil Penelitian ini adalah proses dalam menerapkan prinsip Responsibility to Protect untuk mengurangi penderitaan masyarakat sipil dalam konflik kudeta militer Myanmar serta menyelesaikan konflik tersebut. 
Institution Info

Universitas Jambi