Abstract :
Sumber air baku yang paling banyak digunakan oleh perusahaan air
bersih di Provinsi jambi bersumber dari sungai batanghari. Dinas Lingkungan
Hidup (DLH) menyatakan bahwa air sungai batanghari mengalami penurunan
kualias air yang artinya air mengalami pencemaran. Tingkat pencemaran air
yang terjadi dapat dilakukan pengolahan data spasial dengan pemodelan
geospasial, fenomena tersebut tidak terlepas dari sebaran spasial dan letak
geografis. Pada kenyataannya tingkat pencemaran air ketika diamati tidaklah
sama, karena adanya pengaruh geografis, kadar parameter pengukur kualitas
air dan faktor lainnya. Keadaan ini akan memicu munculnya heterogeniats
spasial sehingga penggunaan analisis regresi linier berganda tidak tepat
digunakan. Metode yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan
heterogenitas spasial adalah Geographically Weighted Regression (GWR).
Estimasi parameter pada model GWR yaitu dengan memberikan
pembobot yang berbeda untuk setiap lokasi pengamatan. Pada penelitian ini
digunakan metode GWR dengan variabel dependennya yaitu total coliform. Total
coliform merupakan indikator untuk mengukur kualias air dapat dikatakan
tercemar aau idaknya. PPRI No. 01/2010 jika total coliform air PDAM melebihi
kadar maksimum yang diperbolehkan maka kontaminasi total coliform
ditemukan pada sampel air PDAM. Berdasarkan PEMENKES RI No.
492/MENKES/PER/2010 parameter air yang dapa mempengaruhi kualitas air
adalah parameter fisika yaitu total dissolve solids (TDS) , parameter kimia yaitu
chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), nirat (NO3)
dan parameter biologi yaitu escherichia coli (E. Coli). Tujuan penelitian ini adalah
dapat mengetahui faktor yang paling dominan yang mempengaruhi total coliform
dan mendapatkan model lokal pendugaan yang terbentuk dengan
mempertimbangkan faktor spasial terhadap tingkat pencemaran air di Provinsi
Jambi menggunakan metode Geographically Weighted Regression. Model regresi
GWR global diperoleh :
?
dengan menggunakan analisis GWR faktor domianan yang mempengaruhi
pencemaran air PDAM berdasarkan total coliform Kabupaten/Kota di Provinsi
Jambi berbeda-beda. Pada Kabupaten Muaro Jambi, Kota Jambi, Batanghari,
Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat di pengaruhi oleh E.Coli
dengan estimasi parameter yang berbeda. Sedangkan pada Kabupaten/Kota
Merangin, Sarolangun, Tebo dan Bungo tidak ada variabel yang signifikan ini
dikarenakan Kabupaten/Kota tersebut di pengaruhi oleh variabel lain di luar
penelitian.
Kendati demikian, pada uji simultan model GWR dengan kriteria
keputusan dapa disimpulkan bahwa secara simultan variabel independen tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen, sehingga pada data
penelitian ini analisis dengan metode GWR juga belum tepat digunakan untuk
dapat melihat pengaruh variabel dependen terhadap variabel dependen