Abstract :
Bioetanol adalah etanol yang dibuat dari biomassa yang mengandung kandungan pati atau selulosa, seperti singkong dan tetes tebu. Dalam dunia industri, etanol umumnya digunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol, campuran untuk minuman keras (seperti sake dan gin), serta bahan baku farmasi dan kosmetik. Reaksi yang terjadi sebagai berikut :
C + H2O CO + H2 C + 2H2 CH4
CO + H2O CO2 + H2
Kapasitas produksi pabrik direncanakan 230.000 ton/tahun dengan 300 hari kerja dalam 1 tahun. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di Teluk Dawan, Sabak Barat, Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. dengan total luas 4,052 Ha. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 160 orang dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang dibantu oleh Direktur Produksi, Direktur Pemasaran, dan Keuangan dengan struktur organisasi line and staff.
Hasil analisa ekonomi, pabrik bioetanol dari serat kelapa sawit dinyatakan layak untuk didirikan, dengan rincian: Annual Cash Flow (ACF) : US $ 14.782.246,6785, NPOTLP : US $ 163.252.164,2962, Total Capital Sink (TCS):
US$ 159.262.478,0505, Rate of Return on Investment (ROI) : 5,3356 %, Rate of Return based on Discounted Cash Flow (DCF) : 27,2174%, Break Even Point (BEP) : 22,0641%Pay Out Time (POT) : (2 tahun). Dari hasil analisa aspek ekonomi dapat disimpulkan bahwa pabrik pembuatan bioetanol dari serat kelapa sawit ini layak untuk didirikan.