Abstract :
Ayam kampung merupakan kekayaan genetik ternak lokal di Indonesia yang
perlu dipertahankan dan dimurnikan. Ayam Kampung (Galus galus domesticus)
merupakan salah satu jenis dari ayam lokal yang banyak dipelihara oleh
masyarakat Indonesia, namun belum memiliki karakteristik khusus dibandingkan
beberapa jenis ayam lokal lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menduga
korelasi antara bobot badan dan bobot karkas dengan bobot daging dan bobot
tulang bagian dada dan paha pada ayam kampung hasil seleksi generasi ketiga.
Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah DOC ayam kampung hasil
seleksi pada generasi ketiga sebanyak 200 ekor. Teknik pengambilan sampel
secara purposive sampling, jumlah sampel yang digunakan untuk mendapatkan
bobot badan bobot karkas, bobot daging dan tulang bagian dada dan paha,
sebanyak 35 ekor jantan dan 29 ekor betina. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan analisis korelasi dan regresi linier sederhana. Peubah yang diamati
adalah yaitu bobot badan umur 4, 8 dan 12 minggu dan bobot karkas (peubah
bebas), sedangkan peubah terikat yaitu bobot daging dan bobot tulang bagian dada
dan paha.
Hasil penelitian menunjukan rataan bobot badan ayam kampung jantan
umur 12 minggu sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dibandingkan bobot badan
ayam kampung betina, masing-masing sebesar 1225,14 ± 155,54 gram dan 960,90
± 165,02 gram. Hasil uji t bobot badan, bobot karkas serta bobot daging Ayam
kampung jantan berbeda nyata P(<0,05) lebih tinggi dibanding betina. Korelasi
antara bobot badan 8 dan 12 minggu dengan bobot daging bagian dada dan paha
menunjukkan hubungan yang erat. Nilai koefisien korelasi bobot badan dengan
bobot daging dada pada ayam kampung jantan dan betina umur 8 minggu
menunjukkan korelasi yang positif tinggi yakni sebesar r = 0,832 dengan
persamaan regresi Y= 1,7 + 0,2060X untuk ayam kampung jantan, dan r = 0,805
dengan persamaan regresi Y= 4,1+ 0,1951X untuk ayam kampung betina. Nilai
koefisien korelasi bobot badan dengan bobot daging paha pada ayam kampung
baik jantan dan betina umur 8 minggu menunjukkan korelasi yang positif tinggi
sebesar r = 0,808 dengan persamaan regresi Y= 35,7 + 0,2210X, dan ayam
kampung betina sebesar r = 0,826 dengan persamaan regresi Y= 8,7 + 0,2153X.
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa bobot badan umur 8 dan 12 erat
hubungannya dengan bobot daging dada dan paha. Sehingga bobot badan umur 8
minggu dapat digunakan sebagai kriteria seleksi dini untuk meningkatkan bobot
daging dada dan paha.