Abstract :
ABSTRAK
Latar belakang: Pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik membutuhkan terapi pengganti ginjal yaitu hemodialisis karena sudah mengalami gangguan fungsi ginjal. Hampir sebagian besar pasien yang menjalani hemodialisa mengalami kecemasan. Kecemasan akan berdampak dan berpengaruh pada baik buruknya kualitas tidur seseorang. Adrenalin, perasaan jantung berdebar kencang, aliran darah meningkat imbas dari perasaan cemas, hal tersebut menyebabkan seseorang menjadi terus terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitar tidur pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
Metode: Desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan crosssectional, jumlah populasi 86 pasien hemodialisa, diperoleh 86 pasien sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling, alat ukur kuesioner HARS dan PSQI dengan cara wawancara terpimpin, analisis data menggunakan uji Kendall?s Tau.
Hasil: Didapatkan bahwa setengah dari responden mengalami kecemasan ringan yaitu sebanyak 43 responden (50,0%), dan hampir seluruh dari responden mengalami kualitas tidur yang buruk, yaitu sebanyak 75 responden (87,2%). Nilai