Abstract :
Latar Belakang: Antioksidan merupakan senyawa yang bekerja sebagai penstabil
dari radikal bebas dengan cara melengkapi kekurangan elektron pada radikal
bebas sehingga mencegah pembentukan radikal bebas. Tanaman merupakan
sumber antioksidan yang bersifat alami. Salah satu tanaman yang memiliki
kandungan antioksidan adalah tanaman pulai (Alstonia scholaris). Tanaman Pulai
diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan.
Penelitian terdahulu mengenai uji aktivitas antioksidan daun pulai telah dilakukan
tetapi masih berupa ekstrak sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
mengenai pengaplikasiannya dalam bentuk sediaan topikal. Tujuan penelitian ini
untuk mencari formula terbaik yang memberikan aktivitas antioksidan dari ekstrak
daun pulai dalam bentuk sediaan gel dan mengamati pengaruhnya terhadap
karakteristik fisik sediaan.
Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium menggunakan metode
DPPH untuk pengujian antioksidan dan variasi konsentrasi Carbopol 940 dan
Gliserin untuk memperoleh formula optimal. Parameter yang diamati dalam
menentukan formula optimal yaitu homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas
dan pH. Hasil yang diperoleh dari software design experimental dianalisis
menggunakan one sample ttest untuk mengetahu perbandingan antara prediksi
dengan hasil evaluasi.
Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun pulai memiliki
aktivitas antioksidan yang tergolong tinggi dengan IC50 69,411. Setelah dijadikan
sediaan gel, aktivitas antioksidan masih tergolong tinggi dengan IC50 86,832.
Formula optimal yang diperoleh untuk menghasilkan sediaan gel dengan
karakteristik fisik sediaan yang baik yaitu menggunakan 1,670 Carbopol 940 dan
14,830 Gliserin
Kesimpulan : Ekstrak metanol daun pulai memiliki aktivitas antioksidan yang
tinggi dan dapat diaplikasikan dalam bentuk sediaan gel.
Kata kunci : Tanaman Pulai (Alstonia scholaris L.), Antioksidan, Gel, Optimasi,
Carbopol 940, Gliserin