Abstract :
Latar Belakang: Kualitas pelayanan merupakan pelayanan yang bermutu terutama
pada pasien rawat jalan merupakan hal yang penting, karena persepsi tentang
kualitas pelayanan suatu rumah sakit terbentuk saat kunjungan pasien. Sedangkan
bauran pemasaran rumah sakit adalah sekelompok variabel yang dapat dikendalikan
dan digunakan rumah sakit untuk mempengaruhi reaksi para pembeli layanan.
Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kualitas
pelayanan terhadap kepuasan pasien melalui pendekatan bauran pemasaran di
Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Bahar.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional. Populasi adalah seluru pasien rawat jalan di Poliklinik Instalasi Rawat
Jalan RSUD Sungai Baha. Sampel penelitian adalah 80 pasien Rawat Jalan. Teknik
pengambilan sampel nya menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara kuesioner. Analisis data menggunakan analisis
univariate dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariate dengan uji chi-square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan tidak ada pengaruh antara persepsi harga
(Pvalue 2.085), jaminan (Pvalue 2.722), dan empati (Pvalue 0.041) dengan
kepuasan pasien dan ada pengaruh antara produk (Pvalue 0.000), tempat (Pvalue
0.000), promosi (Pvalue 0.000), kehandalan (Pvalue 0,000), daya tanggap (Pvalue
0.000), bukti fisik (Pvalue 0.000) dengan kepuasan pasien.
Kesimpulan: Secara umum saran bagi RSUD Sungai Bahar terus meningkatkan
strategi bauran pemasaran produk, tempat dan promosi serta kualita kehandalan,
daya tanggap dan bukti fisik pelayanan yang ada selama ini guna meningkatkan
persepsi baik pasien tentang kualitas pelayan dan memuaskan pasien
Kata Kunci: persepsi kualitas pelayanan, kepuasan pasien, bauran pemasaran.
Background: Quality of service is a quality service, especially on outpatients,
is important, because the perception of the quality of service of a hospital is
formed during patient visits. While the hospital marketing mix is a group of
variables that hospitals can control and use to influence the reaction of service
buyers. This study aims to determine the influence of perceived service quality
on patient satisfaction through a marketing mix approach at the Outpatient
Installation of Sungai Bahar Regional General Hospital.
Method: This research is quantitative research with a cross
sectional approach. The population is all outpatients at the Outpatient
Installation Polyclinic of Sungai Baha Hospital. The study sample was 80
Outpatients. The sampling technique uses accidental sampling. Data collection
was conducted through questionnaire interviews. Data analysis using
univariate analysis with frequency distribution and bivariate analysis with chi?square test.
Results: The results showed no influence between price perception (P value
2.085), assurance (P value 2.722), and empathy (P value 0.041) with patient
satisfaction and there was an influence between product (P value 0.000), place
(P value 0.000), promotion (Pvalue 0.000), reliability (P value 0.000),
responsiveness (P value 0.000), physical evidence (P value 0.000) with patient
satisfaction.
Conclusion: In general, suggestions for Sungai Bahar Hospital continue to
improve the marketing mix strategy of products, places and promotions as well
as the quality of reliability, responsiveness and physical evidence of existing
services to improve patients' good perceptions of service quality and satisfy
patients
Keywords: perception of service quality, patient satisfaction, marketing mix