Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat
penambahan (kelahiran, pembelian), tingkat pengurangan (kematiann, kehilangan,
pemotongan, penjualan), dinamika populasi ternak sapi yang di pelihara secara
intensif dan semi intensif di Kecamatan Sungai Bahar. Penelitian dilaksanakan di
Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini akan
dilaksanakan mulai dari Tanggal 21 Januari sampai 25 Februari 2021. Metode
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei.
Pemilihan lokasi pada penelitian ini menggunakan metode sensus. Metode analisis
yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif.
Usia produktif sistem pemeliharaan intensif ialah 50,83 % dan semi intensif
ialah 50,41 %. tingkat pendidikan peternak yang menerapkan sistem pemeliharaan
secara intensif yaitu (SMA) sebanyak 35, 93 % ,S1 1,52% dan tidak sekolah 16,99
%. tingkat pendidikan peternak sistem pemeliharaan ternak sapi secara semi intensif
berturut turut adalah SMP (41.89 %), SMA (23,71 %), tidak sekolah (18,56 %), dan
S1 (0 %). Jumlah sapi yang dimiliki oleh peternak dengan sistem pemeliharaan
secara intensif ialah sebanyak 42 % dan semi intensif di adalah 42 %. Pedet prasapih
secara intensif dan semi intensif 1 ekor/peternak. pedet lepas sapih yang dipelihara
secara intensif dan semi intensif adalah 1 ekor/peternak. Jumlah kepemilkan ternak
sapi remaja yang dipelihara secara intensif dan semi intensif ialah 1 ekor/peternak.
Ternak dewasa yang dipelihara secara intensif ialah 1 ekor/peternak dan semi
intensif 2 ekor/peternak. Pejantan secara intensif ialah 3 ekor/peternak dan semi
intensif 2 ekor/peternak. Indukan secara intensif adalah 3 ekor/peternak dan semi
intensif 2 ekor/peternak. Kelahiran ternak secara intensif 27,99 % dan semi intensif
ialah 15, 51 %. Tingkat pembelian ternak sapi secara intensif 41,66 % dan semi
intensif ialah 1,13 %. Tingkat kematian secara intensif ialah 10,93 % dengan rata?rata jumlah ternak 52 ekor/tahun dan semi intensif di ialah 1 %. Tingkat kehilangan
ternak sapi yang dipelihara secara intensif ialah 1 % dan semi intensif 6 %. Tingkat
penjualan secara intensif ialah 27 % dan Semi Intensif 6 % dari rata-rata julah
ternak 39 ekor/peternak. Tingkat pemotongan secara intensif ialah 2,94 % dan semi
intensif adalah 3 %. Penambahan atau pemasukan secara intensif terjadi
peningkatan populasi ternak sapi sebanyak 27,28 % dan secara semi intensif terjadi
peningkatan populasi ternak sapi sebanyak 5,65 % selama setahun terakhir
pemeliharaan.
Dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa
dinamika populasi sapi yang dipelihara secara intensif dan semi intensif di
Kecamatan Sungai Bahar selama setahun terakhir mengalami peningkatan.