Abstract :
Latar Belakang: Antioksidan berperan dalam menangkap efek buruk radikal
bebas. salah satu dampak radikal bebas terhadap kulit manusia adalah terjadinya
penuaan. Penggunaan antioksidan merupakan salah satu upaya yang sering
dilakukan untuk mencegah penuaan. Pemanfaatan pohon pulai (Alstonia Scholaris
L.) sebagai antioksidan telah banyak dilaporkan terutama pada bagian daun.
Dibuktikan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ekstrak
metanol daun pulai memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori kuat.
Pemanfaatan khasiat daun pulai yang memiliki aktivitas antioksidan dapat
diformulasikan kedalam bentuk sediaan gel. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mencari formula yang terbaik dan mengamati pengaruhnya terhadap
karakteristik fisik sediaan serta memiliki aktivitas antioksidan dari ekstrak daun
pulai dalam bentuk sediaan gel
Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium. untuk pengujian
antioksidan menggunakan metode DPPH dan variasi konsentrasi Na-CMC dan
Gliserin untuk memperoleh formula yang optimal. Parameter yang diamati dalam
menentukan formula optimal yaitu, daya sebar, daya lekat, viskositas dan pH.
Hasil yang diperoleh melalui software design experimental dianalisis
menggunakan one sample t-test untuk mengetahui perbandingan antara prediksi
dengan hasil evaluasi.
Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun pulai memiliki
aktivitas antioksidan yang tergolong tinggi dengan IC50 69,411. Setelah dijadikan
sediaan gel, aktivitas antioksidan masih tergolong tinggi dengan IC50 90,500.
Formula optimal yang diperoleh untuk menghasilkan sediaan gel dengan
karakteristik fisik sediaan yang baik yaitu menggunakan kombinasi konsentrasi
Na-CMC 1,692 dan gliserin 11,308.
Kesimpulan : Ekstrak metanol daun pulai memiliki aktivitas antioksidan yang
tinggi dan dapat diaplikasikan dalam bentuk sediaan gel.
Kata kunci : Tanaman Pulai (Alstonia scholaris L.), Antioksidan, Gel, Optimasi,
Na-CMC, Gliserin
Background : Antioxidants play a role in capturing the adverse effects of free
radicals. One of the effects of free radicals on human skin is aging. The use of
antioxidants is one effort that is often done to prevent aging. The use of the island
tree (Alstonia Scholaris L.) as an antioxidant has been widely reported, especially
in the leaves. Evidenced by previous research which stated that the methanol
extract of Pulai leaves has antioxidant activity in the strong category. Utilization
of the properties of Pulai leaves which have antioxidant activity can be formulated
into a gel dosage form. The purpose of this study was to find the best formula and
observe its effect on the physical characteristics of the preparation as well as
having antioxidant activity from Pulai leaf extract in gel dosage form.
Methods :This study is an experimental laboratory. for antioxidant testing using
the DPPH method and varying concentrations of Na-CMC and Glycerin to obtain
the optimal formula. The parameters observed in determining the optimal formula
were spreadability, adhesion, viscosity and pH. The results obtained through
experimental design software were analyzed using one sample t-test to determine
the comparison between predictions and evaluation results.
Results :This study showed that the methanol extract of Pulai leaves had high
antioxidant activity with an IC50 of 69.411. After being used as a gel preparation,
the antioxidant activity is still relatively high with an IC50 of 90,500. The optimal
formula obtained to produce gel preparations with good physical characteristics of
the preparations is using a combination of concentrations of Na-CMC 1.692 and
glycerin 11.308.
Conclusion : Pulai leaf methanol extract has high antioxidant activity and can be
applied in gel dosage form.
Keywords : Pulai Plant (Alstonia scholaris L.), Antioxidant, Gel, Optimization,
Na-CMC, Glycerin