Abstract :
Particulate Matter (PM) umumnya diklasifikasikan berdasarkan ukuran
partikel PM10 (coarse particles), PM2,5 (fine particles), PM1 dan PM0,1 (ultrafine
particles). Paparan PM dapat menyebabkan berbagai efek kesehatan terutama
bagi individu yang masih dalam masa pertumbuhan. Salah satu sumber yang
berkontribusi besar terhadap kualitas udara perkotaan adalah lalu lintas. Lokasi
sekolah yang berdekatan dengan kendaraan akan mengakibatkan para siswa
lebih beresiko terpapar partikulat dengan konsentrasi tinggi. Memantau
konsentrasi PM dan memprediksi konsentrasinya di pusat ? pusat populasi
seperti di dekat jalan yang sibuk, di pusat kota, atau di lokasi yang menjadi
perhatian khusus seperti tempat pendidikan.
SMP Negeri 1 Kota Jambi merupakan pusat pendidikan yang berlokasi di
daerah perkotaan dan berdekatan dengan jalan yang sibuk. Model CFD
merupakan salah satu model yang dapat digunakan dalam memprediksi
konsentrasi dan persebaran PM di suatu lokasi. Model CFD baik dalam
memodelkan pergerakan polutan daerah perkotaan dengan memperhitungkan
pengaruh bangunan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi
PM10, PM2,5, PM1, dan PM0,1 di SMPN 1 Kota Jambi berdasarkan hasil pengukuran
langsung dan hasil pemodelan CFD kemudian melihat seberapa akurat
konsentrasi PM hasil pemodelan jika dibandingkan dengan hasil dari pengukuran
langsung.
Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang meliputi data
konsentrasi PM10, PM2,5, PM1, dan PM0,1, data meteorologi, dan jumlah kendaraan
yang melintas di lokasi pengambilan sampel. Data sekunder meliputi data
meteorologi yang bersumber dari data ECMWF (European Centre for MediumRange Weather Forecasts) serta peta 3 dimensi SMP Negeri 1 Kota Jambi dan
sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM10,
PM2,5, PM1, dan PM0,1 hasil pengukuran langsung masing ? masing adalah 20,66
µg/m3, 11,79 µg/m3, 8,74 µg/m3, dan 1,96 µg/m3, sedangkan hasil pemodelan
menunjukkan konsentrasi rata- rata yang lebih rendah. Konsentrasi rata ? rata
PM10, PM2,5, PM1, dan PM0,1 hasil pemodelan masing ? masing yaitu 12,50 µg/m3,
10,07 µg/m3, 6,69 µg/m3, 2,34 µg/m3. Rasio perbedaan konsentrasi PM hasil
pengukuran dan pemodelan dalam rentang 11,67 ? 233,45 % dan dengan
persentase RMSPE yang didapatkan >30% (tidak valid), di mana syarat agar suatu
pemodelan dikatakan valid sehingga dapat dipercaya hasilnya dalam menjelaskan
fenomena yang terjadi sebenarnya adalah ketika presentase validitasnya <30%.