Abstract :
RINGKASAN
Minyak atsiri merupakan komoditas ekspor non migas yang dibutuhkan
di berbagai industri seperti dalam industry parfum, kosmetika, industry
farmasi/obat-obatan, industry makanan dan minuman. Dalam dunia
perdagangan, komoditas ini dipandang punya peran strategis dalam
menghasilkan produk primer maupun sekunder, baik untuk kebutuhan domestik
maupun ekspor. Komoditas ini masih tetap eksis walaupun selalu terjadi
fluktuasi harga, namun baik petani maupun produsen masih diuntungkan. Di
Indonesia penggunaan minyak atsiri ini sangat beragam, dapat digunakan
melalui berbagai hal yaitu sebagai konsumsi langsung berupa makanan dan
minuman seperti jamu yang mengandung minyak atsiri.
Tanaman kayu putih merupakan salah satu tanaman penghasil produk
hasil hutan bukan kayu yang memiliki prospek cukup baik untuk dikembangkan.
Potensi tanaman kayu putih di Indonesia cukup besar mulai dari daerah Maluku,
Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Bali dan Papua yang berupa hutan
alam kayu putih
Metode penyulingan minyak atsiri yang paling sering digunakan adalah
destilasi,karena metode ini memiliki kecenderungan untuk menghasilkan
rendeman yang paling banyak jika dibandingkan dengan ekstraksi dan
penyulingan. Metode steam distillation, pada prinsipnya metode ini sama dengan
penyulingan langsung,hanya saja air penghasil uap tidak diisikan bersama-sama
dalam ketel penyulingan