Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya siswa yang masih melanggar tata tertib sekolah siswa
di SMPN 5 Muaro Jambi seperti datang terlambat, tidak mengumpulkan tugas, sering bolos, sering tidak
masuk sekolah (alpa), dan tidak masuk kelas saat jam pelajaran. Pelanggaran tersebut terjadi disebabkan
berbagai macam faktor, salah satunya adalah minimnya komunikasi antara orangtua dan anak (siswa).
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah di bahas sebelumnya, adapun batasan masalah yang di bahas
dalam penelitian ini ialah komunikasi interpersonal dilihat dari persepektif ayah atau ibu (salah satu
orangtua). Adapun komunikasi interpersonal dalam penelitian ini ialah komunikasi mendengarkan,
komunikasi terbuka, dan komunikasi yang jujur. Dan kedisiplinan tata tertib sekolah yang di maksud ialah
disiplin dalam menaati peraturan tata tertib sekolah yaitu disiplin waktu masuk dan pulang sekolah,
memakai seragam sekolah sesuai peraarturan, kepatuhan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar,
dan menggunakan fasilitas sekolah dengan baik dan siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Subjek pada
penelitian ini di batasi oleh siswa kelas VIII di SMPN 5 Muaro Jambi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara komunikasi interpersonal
orangtua-siswa dengan kedisiplinan tata tertib sekolah siswa kelas VIII di SMPN 5 Muaro Jambi. Jenis
penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah
siswa kelas VIII SMPN 5 Muaro Jambi dengan jumlah sampel 35 orang. Teknik penarikan sampel yang
digunakan adalah Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji linearitas,
uji hipotesis, dan uji analsisi korelasi dengan menggunakan product moment dan kemudian data diolah
dengan bantuan program SPSS 25.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara komunikasi interpersonal orangtua
dengan kedisiplinan tata tertib sekolah di SMPN 5 Muaro Jambi dilihat dari analisis korelasi nilai Sig
sebesar 0.000 < 0.05 maka variabel komunikasi interpersonal orangtua dengan kedisiplinan tata tertib
sekolah memiliki hubungan yang kecil sebesar 0.419 dan ditafsirkan sebagai korelasi sedang(hubungan
memadai). Tingkat tingkat komunikasi interpersonal orangtua pada siswa kelas VIII di SMPN 5 Muaro
Jambi berada pada kategori sedang dengan presentase 43% dan tingkat kedisiplinan tata tertib sekolah pada
siswa kelas VIII di SMPN 5 Muaro Jambi berada pada kategori sedang dengan presentase 42%.
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka peneliti dapat mengajukan saran sebagai yaitu bagi
siswa diharapkan sebagai cerminan diri, dan dapat memberikan wawasan atau pengetahuan tentang
pentingnya suatu kedisiplinan terutama dalam menjaga dan mematuhi peraturan tata tertib yang ada di
sekolah serta meningkatkan kedisiplinan. Dan bagi peneliti selanjutnyayang ingin melakukan penelitian
yang sama diharapkan dapat memperluas lagi penelitiannya menggunakan aspek-aspek lainnya.