Abstract :
Ultisol merupakan salah satu tanah marginal yang mendominasi lahan kering di Indonesia Ultisol sebagai salah satu lahan kering marjinal berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai daerah pertanian dengan kendala berupa rendahnya kesuburan tanah seperti kemasaman tanah yang tinggi, pH rata-rata 4,32?4,58, Kejenuhan Al tinggi serta bahan organik dan kapasitas tukar kation (KTK) yang rendah. Untuk mengatasi permasalahan kandungan unsur hara pada ultisol dapat dilakukan dengan pemberian kompos campuran ampas tahu dan kotoran sapi. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari Juli 2022 hingga Maret 2023 di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.Penelitian dilasanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 3 kelompok (ulangan) sehingga terdapat 18 petak percobaan. Adapun Perlakuan yang diberikan yaitu K0 (tanpa pemberian kompos), K1 (5 ton/ha kompos campuran ampas tahu dan kotoran sapi), K2 (10 ton/ha kompos campuran ampas tahu dan kotoran sapi), K3 (15 ton/ha kompos campuran ampas tahu dan kotoran sapi), K4 (20 ton/ha kompos campuran ampas tahu dan kotoran sapi), K5 (25 ton/ha kompos campuran ampas tahu dan kotoran sapi). Pemberian kompos campuran ampas tahu dan kotoran sapi belum mampu meningkatkan pH tanah, akan tetapi pemberian kompos campuran ampas tahu dan kotoran sapi dengan dosis 25 ton/ha mampu menurunkan Aldd dan meningkatkan P-tersedia, dan pemberian kompos campuran ampas tahu dan kotoran sapi 25 ton/ha dapat menghasilkan bobot polong kering kacang tanah sebesar 1,91 ton/ha