Abstract :
ABSTRAK
Pada penelitian skripsi ini membahas tentang perbandingan tindakan konservasi
menggunakan bahan alami dan kimia yaitu oxalic acid dan lemon : studi kasus di
Museum Siginjei Jambi. Objek yang digunakan adalah wajan dari koleksi
museum siginjei jambi yang mengalami korosi akibat faktor lingkungan yang
mempengaruhi laju korosi pada wajan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis perbandingan, efektivitas dan ketahanan bahan dari kedua bahan
konservasi yang digunakan, yaitu kimia menggunakan bahan oxalic acid dan
alami menggunakan lemon, dengan melakukan tindakan monitoring dan
pendeskripsian pada wajan setiap harinya. Penelitian ini merupakan riset
konservasi arkeologi yang bertujuan untuk mencegah atau mengurangi kerusakan
dan mempertahankan suatu benda tinggalan cagar budaya agar dapat awet dan
bertahan lebih lama. Penelitian ini merupakan penelitian penalaran induktif yang
terdiri dari tahapan pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data serta
menggunakan metode penelitian eksperimen yang dilakukan dengan tujuan untuk
menjelaskan hal-hal yang terjadi pada penelitian dengan menganalisis efektivitas
kedua bahan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa wajan
mengalami kerusakan akibat korosi. Kerusakan ini dapat ditangani dengan
tindakan konservasi kimia dan alami. Namun demikian dari segi efektivitas kedua
bahan konservasi yang digunakan telah mendapatkan perbandingan efektivitas
dari segi waktu dan ketahanan bahan yang berbeda. Bahan kimia oxalic acid baik
digunakan pada konservasi koleksi berbahan logam termasuk wajan, hanya saja
sulit untuk ditemukan, sedangkan menggunakan tindakan alami bahan lemon,
bahan mudah didapatkan namun tidak bertahan lama dan laju korosi cepat.
Kata Kunci: Konservasi, asam oksalat, lemon, wajan, korosi
ABSTRACT
In this research, this thesis discusses a comparison of conservation measures
using natural and chemical substances, namely oxalic acid and lemon: a case
study at the Siginjei Museum, Jambi. The object used is a pan from the collection
of Museum Siginjei Jambi, which is corroded due to environmental factors that
affect the corrosion rate of the pan. This study aims to analyze the comparison,
effectiveness, and durability of the ingredients of the two conservation materials
used, namely chemistry using oxalic acid and natural ingredients using lemon, by
monitoring the actions and descriptions of the work every day. This research is
archaeological conservation research that aims to prevent or reduce damage and
maintain an object of cultural heritage so that it can last longer. This research is
an inductive reasoning research which consists of the stages of data collection,
data processing, and data analysis and uses experimental research methods
which are carried out to explain what happened in the research by analyzing the
effectiveness of the two materials. The results of this study indicate that the frying
pan is damaged due to corrosion. This damage can be treated with chemical and
natural conservation measures. However, in terms of effectiveness, the two
conservation materials used have obtained comparative effectiveness in terms of
time and durability of different materials. The chemical oxalic acid is good for use
in the conservation of metal-based collections, including pans; it's just hard to
find while using the natural action of lemon ingredients, the material is easy to
get but doesn't last long, and the corrosion rate is fast.
Keywords: Conservation, oxalic acid, lemon, frying pan, corrosion