Abstract :
Pulau Bangka secara geologi termasuk dalam jalur timur (eastern province)
granit Asia Tenggara. Granit ini terbentuk pada saat orogenesa Trias yang
mengangkut batuan granit ke permukaan sebagai satu rangkaian pulau-pulau timah
yang membujur dari daratan Thailand Malaysia hingga Bangka Belitung.
Terbentuknya batuan granit Indonesia disebabkan oleh tumbukan (kolisi) antara
Lempeng Sibumasu dengan Lempeng Indochina. Jika dilihat dari peta geologi daerah
penelitian, daerah Penagan termasuk dalam Formasi Tanjunggenting, Granit Klabat,
dan Endapan Alluvial. Eksplorasi yang dilakukan di daerah Penagan, Kecamatan
Mendo Barat, Kabupaten Bangka terlebih dahulu menggunakan pengukuran dengan
metode geomagnet untuk mengetahui zona anomali magnetik sebagai target
pengukuran selanjutnya. Untuk mengetahui sebaran granit di bawah permukaan
daerah penelitian diterapkan metode geofisika salah satunya adalah metode geolistrik
yaitu metode resistivitas dan Polarisasi Terimbas (IP). Berdasarkan peta geomagnet
sebaran batuan granit pada daerah penelitian berada pada anomali tinggi dengan
rentang nilai suseptibiltas (8,8 - 18,6 nT) yang memiliki orientasi dari arah Selatan ?
Tengah. Hasil interpretasi nilai resistivitas dan chargeabilitas dengan tabel nilai
resistivitas dan chargeabilitas suatu batuan dan daerah penelitian maka diperkirakan
jenis batuan dan mineral yang terdapat pada keempat lintasan tersebut adalah jenis
alluvium, kuarsa, pirit, batulempung, batupasir, dan batuan granit. Berdasarkan
peta overlay Reduksi Ke Ekuator (RTE), Resistivitas, dan Chargeabilitas indikasi arah
sebaran batuan granit berada pada arah Tenggara hingga Baratlaut yang berada pada
resistivitas tinggi dengan rentang nilai (4731 ? 10000 ?m) dan chargeabilitas tinggi
dengan rentang nilai (18,10 ? 35 msec).