Abstract :
Kepulauan Bangka Belitung adalah salah satu provinsi yang memiliki
batuan granit. Dimana singkapan batuan granit banyak dijumpai sebagai bukit ?
bukit raksasa yang menjulang tinggi atau terhampar sebagai bongkah ? bongkah.
Granit terbentuk karena pembekuan magma, dimana akibat pembekuan magma
menyebabkan banyak merubah komposisi batuan disekitarnya sehingga
terbentuk endapan mineral yang kaya akan timah. Pada penelitian ini
menggunakan metode geofisika gayaberat dan geolistrik induced polarization
yang digunakan untuk mengetahui sebaran batuan granit.
Pada metode gayaberat menggunakan 267 titik dengan jarak antar titik
250 m dan pada metode geolistrik induced polarization menggunakan 4 lintasan
dengan panjang 2100 m, spasi 50 m, dengan menggunakan konfigurasi dipole ?
dipole. Berdasarkan respon anomali gayaberat, batuan granit terdapat pada nilai
anomali tinggi dikarenakan batuan Granit adalah batua beku yang memilik nilai
densitas yang tinggi pada range 2,7 g/cc. berdasarkan Metode Geolistrik
nerdasarkan nilai resistivitas batuan granit berada pada nilai resistivitas tinggi
pada range 2173 ? 11287 ohmm. Berdasarkan metode geolistrik IP batuan granit
berada pada nilai chargebilitas tinggi pada range 21.5 ? 44.9 msec. Sehingga
dapat disimpulkan pada metode gayaberat dan metode geolistrik induced
polarizarion bahwa nilai batuan granit berbanding sama.