Abstract :
Luka bakar adalah luka yang terjadi melalui kontak langsung maupun tidak
langsung dengan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas,dimana disebabkan oleh terjadinya kerusakan atau kehilangan suatu jaringan.
Tanaman yang mempunyai aktivitas sebagai obat luka bakar adalah jahe merah (Zingiber officinale Var Rubrum Rhizoma) yang mana terdapat senyawa metebolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenol, dan terpenoid yang mana
berperan dalam proses penyembuhan luka bakar. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak jahe merah (Zingiber Officinale Var
Rubrum Rhizoma) dalam menyembuhkan luka bakar pada punggung tikus putih jantan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental labolatorik dengan
rancangan post test-only group design. Dengan hewan uji yang digunkan sebanyak
25 ekor tikus putih jantan dengan 5 kelompok perlakuan yakni K+ (Bioplacenton),
K-(Vaselin Flavum), P1, P2, P3, adalah kelompok yang diberikan diberikan sediaan
uji secara topikal dengan konsentrasi salep 5%, 7,5%, dan 10%. Hewan percobaan
dilukai lalu diukur luka awal kemudian dioleskan obat pada punggung tikus putih
jantan sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari selama 14 hari. Pada
hari ke 15 dilakukan paremeter yaitu persentase luas penyembuhan luka bakar dan
juga diamati dengan pengamatan histologi dari kulit tikus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan ekstrak jahe merah dengan konsentrasi 10%
memberikan pengaruh terhadap penyembuhan luka bakar dengan persentase
47,2%, kemudian diikuti konsentrasi 7,5% dengan persentase 39,6%, dan
konsentrasi 5% dengan persentase kesembuhan 31,52.