Abstract :
Latar Belakang: Salah satu permasalahan terbesar di Indonesia atau bahkan dunia
yaitu penyalahgunaan narkoba, narkoba memiliki dampak negatif jika dikonsumsi
secara berlebihan hingga kematian. Dalam penanggulangan narkoba, tidak dapat
hanya mengandalkan Badan Narkotika Nasional, perlu adanya kolaborasi dengan
pihak-pihak lain tertentu yang dapat membantu proses penanggulangan, kolaborasi
tersebut dibentuk dalam sebuah partnership. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan partnership pemerintah dan masyarakat dalam melakukan
penanggulangan narkoba di Kelurahan Olak Kemang.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan
rancangan studi kasus. Penentuan informan menggunakan metode purposive
sampling dan diperoleh informan sebanyak sembilan orang. Pengumpulan data
berupa observasi dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi
data dan bahan refrensi.
Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah belum maksimal
malakukan kegiatan sehingga partnership tidak terbentuk. Pemerintah dan
masyarakat mengetahui adanya kewajiban berpartnership dan pentingnya
partnership. Bentuk kerjasama yang dilakukan dalam partnership masyarakat dan
pemerintah adalah saling memberikan informasi tentang adanya penyalahgunaan
narkoba, masyarakat sebagai pemberi kemudian pemerintah akan melakukan
penanggulangan. Berbagi informasi dilakukan secara rahasia karena untuk menjaga
keamanan, berbagi informasi dilakukan melalui RT kemudianRT akan melaporkan
ke kelurahan selanjutnya kelurahan dapat langsung melapor ke instansi.
Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian partnership di Kelurahan Olak Kemang
belum maksimal dan belum ada terbentuk partnership. Disarankan pemerintah
dapat melakukan kegiatan partnership secara maksimal sehingga dalam partnership
dapat lebih aktif lagi serta partisipasi masyarakat juga semakin bertambah untuk
melakukan penanggulangan narkoba dan masyarakat serta pemerintah Kelurahan
juga diharapkan dapat lebih inisiatif untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif
tanpa harus menunggu arahan dari pemerintah.
Kata kunci: partnership, pemerintah, masyarakat, penanggulangan narkoba
Background: One of the biggest problems in Indonesia or even in the world,
namely drug abuse, drugs have a negative impact if consumed in excess and can
lead to death. In dealing with drugs, you cannot rely solely on the National
Narcotics Agency, there needs to be collaboration with certain other parties who
can assist in the prevention process, this collaboration is formed in a partnership.
This study aims to determine the partnership between the government and the
community in carrying out drug control in the Olak Kemang Village.
Method: The type of research used is qualitative research with a case study design.
Determination of informants using purposive sampling method and obtained nine
informants. Data collection is in the form of observation and interviews. The
validity of the data is done by triangulating data and reference materials.
Result: The research results show that the government's role has not been
maximized in carrying out activities so that partnerships are not formed. The
government and the community are aware of the obligation of partnership and the
importance of partnership. The form of cooperation that is carried out in partnership
between the community and the government is to provide information to each other
about the existence of drug abuse, the community as the giver then the government
will carry out countermeasures. Information sharing is carried out in secret because
to maintain security, information sharing is carried out through the RT, then the RT
will report to the kelurahan, then the kelurahan can report directly to the agency.
Conclusion: Based on the results of the research, the partnership in Olak Kemang
Village has not been maximized and no partnership has been formed. It is suggested
that the government can carry out partnership activities optimally so that
partnerships can be more active and community participation is also increasing in
carrying out drug prevention and the community and the Kelurahan government are
also expected to take more initiative to carry out positive activities without having
to wait for directions from the government.
Keywords: partnership, government, community, drug prevention