Abstract :
Kota Sungai Penuh Kabupaten Kerinci memiliki sejumlah bangunan kolonial
terdapat 12 bangunan kolonial yang tersebar di kawasan pasar di Kecamatan
Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh. Namun seluruh bangunan kolonial di kota
Sungai Penuh belum pernah di indentifikasi sehingga informasi mengenai
bangunan tersebut belum diketahui untuk menjawab permasalahan tersebut maka
metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian campuran, terdiri dari
pengumpulan data primer observasi dan wawancara dan data sekunder berupa
studi pustaka. Setelah semua data terkumpul dilakukan analisis melalui analisis
morfologi serta analisis gaya bangunan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa
bangunan kolonial di kawasan pasar Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai
Penuh terdiri dari 12 bangunan meliputi gereja protestan bagian barat (GPIB),
rumah eks bupati, gudang pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), bangunan
kantor dinas perhubungan, bangunan kopi lain hati, bangunan dinas penanaman
modal, rumah tinggal, bangunan sekolah menengah pertama negeri 1 (SMPN 1),
bangunan komando distrik militer, taman kanak-kanak pembina (TK), bangunan
gedung nasional dan gereja katolik. Secara fungsinya bangunan kolonial tersebut
pada dahulunya difungsikan sebagian besar di fungsikan gereja, rumah, rumah
dinas dan rumah pertahanan. Berdasarkan arsitekturnya bangunan-bangunan
tersebut dipengaruhi oleh 2 gaya arsitektur kolonial yaitu gaya transisi/peralihan
(1890-1915) dan gaya modern (1915-1940).
Kata Kunci: Bangunan kolonial, identifikasi, gaya arsitektur, Kerinci