Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tampilan estrus dengan metode sinkronisasi estrus yang berbeda terhadap kecepatan timbulnya birahi pada kambing Peranakan Etawah. Materi yang digunakan adalah kambing Peranakan Etawah yang sudah beranak dan dara sebanyak 35 ekor, spons polyurethane berisi fluorogestone acetate, PGF2?, eCG dan GnRH. 35 ekor induk kambing Peranakan Etawah ini dibagi ke dalam empat kelompok yaitu kelompok pertama (P1) dua kali penyuntikan 2 ml PGF2? dengan jarak 10 hari, dan penyuntikan 2 ml eCG berbarengan dengan penyuntikan PGF2? kedua, kelompok yang kedua (P2) Penyuntikan PGF2? sebanyak 2 ml, Kemudian penyuntikan PGF2? yang kedua setelah 11 hari, kelompok yang ketiga (P3) insersi spons berisi fluorogestone 45 mg dan penyuntikan 2 ml eCG saat pencabutan spons dan kelompok yang keempat (P4) Ovsynch, Penyuntikan GnRH (Fertagyl MSD) 1 ml, 7 hari kemudian disuntik dengan PGF2? 2 ml dan jarak 2 hari disuntik kembali dengan GnRH 1 ml. Peubah yang diamati meliputi respon estrus, onset estrus dan intensitas estrus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa respon estrus P1= 100%, P2= 90%, P3= 90% dan P4= 90%, untuk onset estrus P1= 31,2 ± 6,57, P2= 28,8 ± 12,9, P3= 26,4 ± 15,8 dan P4= 26,4 ± 12,4, sedangkan intensitas estrus P1= 8,6 ± 1,7, P2= 8,2 ± 1,55, P3= 8,4 ± 1,65 dan P4= 7,4 ± 1,51. Hasil penelitian menggunakan analisis data menunjukan bahwa semua perlakuan tidak berpengaruh nyata (P > 0.05) baik untuk respon, onset dan intensitas estrus. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode sinkronisasi estrus yang berbeda menimbulkan respon estrus, onset estrus dan intensitas estrus yang sama pada kambing Peranakan Etawah.
Kata kunci : Kambing PE, Hormon, respon estrus, onset estrus, intensitas estrus.