Abstract :
KEBERMAKNAAN HIDUP ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN (ANDIKPAS) DENGAN KASUS PEMBUNUHAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II MUARA BULIAN JAMBI
1Siska Aprilia Anam, 2Agung Iranda, 3Dessy Pramudiani
1Departement of Psychology, Jambi University/ siskaapriliaanam26@gmail.com
2Departement of Psychology, Jambi University/ agungiranda@unja.ac.id
3Departement of Psychology, Jambi University/ dessy.79_psikologi@unja.ac.id
ABSTRAK
LATAR BELAKANG : Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) dengan kasus pebunuhan membawa tantangan tersendiri, dimana kebermaknaan hidup mereka dipengaruhi oleh peristiwa tragis yang telah dialami. Banyaknya masalah dan konsekuensi yang harus ditanggung oleh Andikpas agar dapat bertahan dalam kondisi tersebut, dibalik penderitaan itu seharusnya individu dapat memaknai hidupnya atau setidaknya memahami alasan mengapa mereka hidup.
TUJUAN : Untuk mengetahui gambaran dan faktor yang mempengaruhi kebermaknaan hidup Andikpas dengan kasus pembunuhan di LPKA Kelas II Muara Bulian Jambi.
METODE : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Kriteria partisipan Andikpas di LPKA Kelas II Muara Bulian Jambi dengan kasus pembunuhan, laki-laki berusia 12-18 tahun dan sedang menjalani masa tahanan dalam kurun 3-8 tahun.
HASIL : Gambaran kebermaknaan hidup partisipan dalam penelitian ini adalah berubah lebih baik, perencanaan hidup, perasaan bersalah,mengakui kesalahan,kepatuhan dan religius yang meningkat. Adapun faktor yang mempengaruhi kebermaknaan hidup adalah dukungan keluarga, respon orang lain dan relasi dengan Andikpas.
KESIMPULAN : Partisipan telah mengungkapkan kebermaknaan hidup yang muncul dari balik penderitaan yang dialami, dan menjadi motivasi untuk menghadapi kehidupan serta mencari kebahagiaan dalam perjalanan hidupnya.
Kata Kunci : Kebermaknaan Hidup, Anak Didik Pemasyarakatan, Pembunuhan