Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang : Program Keluarga Berencana merupakan suatu gerakan untuk
membatasi jumlah kelahiran sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dalam
suatu keluarga. Menurut data profil kesehatan Indonesia tahun 2019, peserta KB
aktif memilih metode kontrasepsi suntik dan pil hingga 80% dibandingkan dengan
metode kontrasepsi lainnya, penggunaan alat kontrasepsi jangka pendek dapat
mengakibatkan putus pakai alat kontrasepsi sehingga berpeluang menjadi Unmet
need KB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan tingginya akseptor KB suntik pada Pasangan Usia Subur
(PUS) di Wilayah Kecamatan Paal Merah Kota Jambi
Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan
pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebesar 7.784 akseptor KB aktif,
dengan jumlah sampel sebesar 105 responden. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah multistage random sampling. Data dikumpulkan menggunakan
kuesioner penelitian dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan
analisis Chi-square.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa akseptor KB aktif sebagian besar
menggunakan alat kontrasepsi KB suntik sebanyak 66 responden (62.90%).
Menggunakan uji Chi Square diperoleh umur (p=0,026), paritas (p=0,520),
pendidikan (p=0,201), pengetahuan (p=0,012), sikap (p=0,312), dukungan suami
(p=0,000) dan dukungan petugas kesehatan (p=0,000).
Kesimpulan : Faktor yang berhubungan dengan tingginya akseptor KB Suntik
pada pasangan usia subur di Wilayah Kecamatan Paal Merah Kota Jambi tahun
2023 adalah faktor umur, pengetahuan, dukungan suami dan dukungan petugas
kesehatan. Disarankan kepada pasangan usia subur untuk rajin mencari informasi
tentang alat kontrasepsi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran
dalam pemanfaatan pelayanan KB dan disarankan untuk menggunakan metode
kontraspsi jangka panjang (MKJP) karena memiliki efektivitas yang tinggi dan
sesuai dengan karakteristik serta kebutuhannya.
Kata Kunci : Program Keluarga Berencana, KB Suntik, Pasangan Usia Subur
ABSTRACT
Background: The Family Planning Program is a movement to limit the number
of births so as to increase the welfare of a family. According to Indonesia's health
profile data for 2019, active family planning participants choose injection and pill
contraceptive methods up to 80% compared to other contraceptive methods, use
of short-term contraceptives can result in discontinuing use of contraceptives so
that they have the opportunity to become unmet need for family planning. The
purpose of this study was to determine the factors associated with the high
number of injecting family planning acceptors in couples of childbearing age
(PUS) in the Paal Merah District, Jambi City.
Method: This type of research is a quantitative study using a cross sectional
approach. The total population is 7,784 active family planning acceptors, with a
total sample of 105 respondents. The sampling technique used is multistage
random sampling. Data were collected using a research questionnaire and
analyzed univariately and bivariately using Chi-square analysis.
Results: The results showed that most of the active family planning acceptors
used injectable contraceptives as many as 66 respondents (62.90%). Using the Chi
Square test obtained age (p=0.026), parity (p=0.520), education (p=0.201),
knowledge (p=0.012), attitude (p=0.312), husband support (p=0.000) and staff
support health (p=0.000).
Conclusion: Factors related to the high number of injecting family planning
acceptors in couples of childbearing age in the Paal Merah District, Jambi City in
2023 are age, knowledge, husband's support and support from health workers. It is
recommended for couples of childbearing age to diligently seek information about
contraceptives so as to increase knowledge and awareness in utilizing family
planning services and are advised to use the long-term contraceptive method
(MKJP) because it has high effectiveness and is in accordance with their
characteristics and needs.
Keywords: Family Planning Program, Injectable Family Planning, Couples of
Reproductive Age