Abstract :
Pentingnya mempelajari pembelajaran matematika maka dalam pengajarannya
bukan sekedar untuk berhitung, tetapi lebih menekankan pada pola berpikir
peserta didik agar dapat memecahkan masalah secara kritis, logis, kreatif, cermat,
dan teliti. Salah satu kemampuan matematis yang penting dimiliki siswa yaitu
kemampuan literasi matematis. Dalam mendukung kemampuan literasi matematis
siswa diperlukan media media pembelajaran yang tepat agar siswa dapat
memahami materi yang diajarakan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang
mampu mengembangkan kemampuan literasi matematis siswa adalah Model
pembelajaran PBL. Model pembelajaran PBL merupakan pembelajaran
kontekstual yang dapat mendorong siswa memahami fenomena-fenomena dalam
kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan video
animasi menggunakan aplikasi powtoon dengan model problem based learning
(PBL) dan untuk mendeskripsikan kelayakan video animasi menggunakan
aplikasi powtoon dengan model problem based learning (PBL) ditinjau dari
kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan
Penelitian ini dilakukan di SMPN 3 Kerinci kelas VII, Jenis penelitian ini ialah
penelitian kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas VII
SMPN 3 Kerinci.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan video animasi menggunakan
aplikasu powtoon dengan model problem based learning (PBL) untuk
meningkatkan literasi matematis siswa pada materi aritmetika sosial kelas VII
SMP menggunakan tahapan sesuai dengan tahap model pengembangan ADDIE
serta kualitas dari video animasi yaitu: tingkat kevalidan dari segi materi adalah
92,5% (sangat valid) dan tingkat kevalidan dari aspek desain adalah 92,72%
(sangat valid), tingkat kepraktisan oleh guru adalah 94,28% (sangat praktis) dan
tingkat kepraktisan oleh siswa adalah 94,51% (sangat praktis), tingkat keefektifan
berdasarkan hasil angket efektifitas video animasi oleh siswa atau angket respon
siswa adalah 86,66% (sangat efektif) dan berdasarkan hasil tes literasi matematis
siswa (pre-test) adalah 24,64516 dan (post- test) yaitu 79,32, dengan demikian
dapat diketahui bahwa kemampuan literasi matematis siswa meningkat.