Abstract :
ABSTRAK
xii
Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak
dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi.
Tanaman yang memiliki aktivitas sebagai obat luka bakar adalah daun kopi
arabika (Coffea arabica L.) yang teridentifikasi mengandung senyawa metabolit
sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin yang berperan dalam
proses penyembuhan luka bakar. Tujuan penelitian kali ini Untuk mengetahui
aktivitas penyembuhan luka bakar ekstrak daun kopi arabika (Coffea arabica L.)
terhadap Tikus, dan mengetahui konsentrasi efektif ekstrak daun kopi arabika
(Coffea arabica L.) sebagai penyembuhan luka bakar terhadap Tikus. Jenis
penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorik dengan rancangan
post test-only control group design. Dengan jumlah hewan uji yang digunakan
sebanyak 25 ekor Tikus dengan 5 kelompok perlakuan yakni K+ (Bioplacenton),
K- (Vaselin Flavum), P1, P2, P3 adalah kelompok yang diberikan sediaan uji
secara topikal dengan konsentrasi salep 2,5%, 5%, dan 7,5%. Hewan percobaan
dilukai, lalu diukur luka awal setelah itu dioleskan obat pada bagian punggung
tikus sebanyak 2 kali sehari yang diberikan pada jam 8 pagi dan jam 4 sore selama
15 hari. Pada hari ke 15 dilakukan parameter, yaitu persentase luas penyembuhan
luka dan pengukuran kadar hidroksiprolin, sedangkan waktu epitelisasi dilakukan
setiap hari hingga terbentuknya sel epitelisasi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sediaan ekstrak daun kopi arabika 5% (P2) memberikan pengaruh terhadap
penyembuhan luka bakar dengan persentase kesembuhan 68,8% dan kadar
hidroksiprolin 64,058 µg/ml yang memiliki aktivitas mendekati K+
(Bioplacenton), lalu diikuti konsentrasi 7,5% (P3), dan konsentrasi 2,5% (P1)
dengan persentase kesembuhan 68,2%, 53,9%, dan kadar hidroksiprolin
57,55µg/ml, 49,914 µg/ml.
Kata kunci : Daun kopi arabika, luka bakar, tikus, persentase kesembuhan,
hidroksiprolin