Abstract :
PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi merupakan bagian dari anak
perusahaan pertamina yang berfokus pada eksplorasi dan produksi minyak dan
gas. Terletak di Provinsi Jambi, PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi
bertanggung jawab atas pengelolaan aset minyak dan gas di wilayah Jambi.
Pekerjaan mereka melibatkan pengeboran sumur, produksi, dan pengelolaan
operasional. Penelitian ini melihat bagaimana analisis peramalan persediaan
material sumur pemboran SGET-01 dalam satuan Joint (JT). Material
Requirements Planning (MRP) adalah metode perencanaan material yang
menggunakan data daftar bahan dan persediaan MRP untuk mengidentifikasi
dan meramalkan kebutuhan material. Hasil dari MRP digunakan untuk
memilih metode perencanaan dengan tingkat kesalahan terkecil (MAPE terkecil)
dalam perhitungannya.
Perencanaan dan pengendalian menggunakan MRP dengan berbagai
teknik Lot Sizing, yaitu Economic Order Quantity (EOQ), Lot For Lot (LFL), dan
Period Order Quantity (POQ). Peramalan untuk kebutuhan material
menggunakan metode peralaman Moving Average dan Holt Winter Multiplicative.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang
berbentuk kuantitaif. Data sekunder ini diperoleh di Supply Chain Management
PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi berupa data permintaan material selama
30 periode, data biaya simpan, data biaya pesan, dan data quantity on hand,
dan Casing yang digunakan dalam penelitian ini adalah CASING, SML,7?,
K55,23#,BTC,R3.
Pada tanggal 4 Juli 2022, laporan persediaan mengungkapkan bahwa PT
Pertamina EP Asset 1 telah menerbitkan Rencana Kebutuhan Material (RKM)
untuk Casing 7 inc Low Grade dalam sumur pemboran. Namun, pengiriman
material atas RKM ini mengalami keterlambatan dan diperkirakan baru akan
tiba pada akhir Agustus 2022. Hal ini dapat menyebabkan gangguan dalam
rencana pemboran, terutama jika material yang dipesan tidak tiba tepat waktu
dan potensi konsekuensi finansial. Kemudian dalam rangka menjaga jadwal
tetap berjalan, PT Pertamina EP Asset 1 menyarankan penggunaan stok yang
ada di Yard Warehouse SCM Jambi Field sebagai substitusi untuk memenuhi
kebutuhan tersebut. Namun, ketersediaan casing high grade perlu dipastikan
mencukupi untuk memenuhi pemboran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode peramalan Holt-Winter
Multiplicative memiliki nilai kesalahan terkecil, yaitu 1,22. Dalam konteks
perencanaan dan pengendalian menggunakan metode Material Requirement
Planning (MRP) dengan teknik Lot Sizing, yaitu Economic Order Quantity (EOQ),
Lot For Lot (LFL), dan Period Order Quantity (POQ), metode LFL terbukti paling
efektif. Metode ini menghasilkan biaya pesan dan simpan yang paling rendah
dibandingkan dengan metode Lot Sizing lainnya. Oleh karena itu, penerapan
metode Material Requirement Planning dengan teknik Lot Sizing menggunakan
metode Lot For Lot (LFL) di PT Pertamina EP Asset 1 Field Jambi Dapat
menghasilkan efisiensi yang signifikan, dengan total biaya persediaan sebesar
Rp 3.041.729.021.