Institusion
Universitas Jambi
Author
Zonia, Rema
Gusti, Diah Riski
yuliawati, yuliawati
Subject
L Education (General)
Datestamp
2023-09-22 02:58:08
Abstract :
Latar Belakang: Rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) memiliki efek farmakologis seperti antiinflamasi, antioksidan dan antimikroba. Selain itu rimpang jahe merah juga memiliki senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian fraksi rimpang jahe merah dengan dosis 10% terhadap luka sayat pada tikus putih jantan.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pendekatan Post Only Control Group Design 5 perlakuan yaitu kontrol positif (Povidone iodine (Betadin 10%) salep), kontrol negatif (Vaseline flavum), perlakuan 1 (fraksi n-heksan), perlakuan 2 (fraksi etil asetat) dsn perlsakuan 3 (fraksi n-butanol). Parameter yang diamati yaitu intensitas luka sayat, distribusi fibroblast dan kepadatan kolagen. Hasil dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dengan uji lanjut Duncan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan yang nyata antar kelompok perlakuan (p?0,005). Fraksi terbaik ditunjukan oleh fraksi etil asetat dengan persentase kesembuhan 80,95% dengan kolagen yang lebih padat diantara kelompok perlakuan lainnya termasuk kontrol positif (Povidone iodine (Betadin 10%) salep) dengan persentase kesembuhan 80,90%, diikuti fraksi n-butanol dengan persentase kesembuhan 71,20%, fraksi n-heksan dengan persentase kesembuhan 63,80% dan kontrol negatif 38,85%.
Kesimpulan: Fraksi rimpang jahe merah memiliki efek penyembuhan luka sayat, dengan fraksi terbaik yaitu etil asetat.
Kata Kunci: Luka Sayat, Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum), n-Heksan, n-Butanol, Etil Asetat, Tikus, Histologi