Abstract :
Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan komoditas yang memiliki peranan sangat penting di Indonesia setelah beras dan jagung. Kedelai merupakan sumber protein nabati yang berkualitas tinggi, sumber pangan utama masyarakat Indonesia, dan harganya yang relatif murah serta mudah untuk diperoleh.. Permintaan kedelai rata-rata per tahun adalah 2,2 juta ton, tetapi produksi kedelai dalam negeri hanya sekitar 900.000 ton. Oleh karena defisitnya produksi kedelai maka dibutuhkan suplai kedelai tambahan yang harus diimpor sebesar 2,5 juta ton karena produksi dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan di Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Waktu pelaksanaan penelitian selama 4 bulan, dari bulan Agustus sampai Desember 2022. Jenis tanah yang digunakan adalah tanah Ultisol.
Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor yaitu pemberian pupuk organik cair pada berbagai konsentrasi yaitu : k1 : 0% POC + 50% rekomendasi pupuk anorganik, k2 : 4% POC + 50% rekomendasi pupuk anorganik, k3 : 8% POC + 50% rekomendasi pupuk anorganik, k4 : 12% POC + 50% rekomendasi pupuk anorganik, k5 : 0% POC + 100% rekomendasi pupuk anorganik.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman kedelai memberikan respons terhadap pupuk organik cair pada jumlah polong berisi per tanaman, bobot 100 biji, dan hasil pertanaman namun belum mampu memberikan respons terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bintil akar, dan jumlah polong tanaman. Konsentrasi 12% + 50% rekomendasi pupuk anorganik memberikan hasil yang terbaik pada bobot 100 biji dan hasil pertanaman.
Kata kunci : Respons, Pupuk organik cair, Kedelai