Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang cukup menarik ditengah iklim politik demokrasi yang sudah merambah sampai level desa namun masih terjadi fenomena kekuasaan yang didominasi oleh satu jaringan kekerabatan di desa Simamora. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui peran politik kekerabatan dalam praktik politik lokal di desa Simamora, (2) mengetahui dampak keberadaan politik kekerabatan dalam politik lokal terhadap kehidupan masyarakat di desa Simamora, penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif dan dianalisi menggunakan Teori Modal Menurut Pierre Bourdie, adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa; (1) Struktur jaringan kekerabatan dalam kepemimpinan di Desa Simamora terpusat pada kepala desa sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. (2) Jaringan kekerabatan tersebut berperan dalam kehidupan politik antara lain sebagai modal pemenangan kepala desa dalam pilkades, sebagai alat penentuan pemilihan rekan kerja, (3) Keberadaan jaringan kekerabatan pada kepemimpinan lokal di Desa Simamora menciptakan kepemimpinan yang kuat, dan memeperkuat tali silahturahmi. Saran yang dapat penulis rekomendasikan yaitu: agar tidak adanya perbedaan perlakuan antara kerabat sendiri, warga asli yang bukan kerabat dan tidak melakukan nepotisme dikarenakan tidak akan menang salah seorang calon kepala desa dari luar garis keturunan lain meskipun orang tersebut lebih mampu dalam membina dan memimpin desa