Abstract :
Secara fisiografis daerah penelitian termasuk dalam Cekungan Sumatera Selatan,
tepatnya pada Formasi Muara Enim Formasi pembawa batubara (coal bearing
formation). Pada penelitian ini digunaka data skunder berupa data LAS file hasil
perekaman data well logging sebanyak 7 sumur yang kemudia dioalah
menggunakan software WellCAD 5.5 untuk mendapatkan hasil lembar log yaitu
log gamma ray dan log densitas yang kemudia dinterpretasi litologi bawah
permukaan dengan membca defleksi kurva log, dari hasil pembacaan kurva log
didapatkan litologi pada daerah peneltian berupa batulempung, batulanau, batu
lempung karbonan, dan batubara. Batubara memilki ciri dengan respon log
gamma ray yang rendah (<10 CPS) dan respon log densitas yang tinggi (>900 CPS).
Untuk menetuka persebaran seam batubara pada daerah penelitian dilakukan
korelasi struktur dan korelasi startigrafi pada seam batubara onstrike (barat laut
? tenggara) dan cross strike (barat daya ? timur laut) didaptakan 3 seam batubara
seam A, seam B, seam C. Seam A mengalami splitting menjadi seam A1 dan seam
A2 dikarenakan adanya pengaruh struktur. Dari hasil korelasi didapatkan
kemenrusan batubara kearah barat daya ? timur laut dengan mengalami
penebalan dan penipisan lapisan. Analisa variasi ukuran butir dari litologi pada
daerah penelitian menggunakan metode analisis elektrofasies didapatkan dua
pola pengendapan daerah penelitian bertipe Serrated dan Bell jika dibandingkan
dengan kalisifikasi Horne (1978) fasies yang berkembang pada daerah penelitian
berupa Swamp pada litologi batubara, Swamp pada litologi batulempung, dan
flood Plain pada batulempung terseling batulanau. Dan dari analisis fasies
tersebut dapat di identifikasi bahwa di daerah penelitian merupakan lingkungan
pengendapan Delta pada zona Transitional Lower Delta Plain hingga Upper Delta
Plain.
Kata kunci: Formasi Muara Enim, Well Logging, Elektrofasies
Physiographically, the research area is included in the South Sumatra Basin,
precisely in the Muara Enim Formation coal bearing formation. In this study,
secondary data is used in the form of LAS file data from recording well logging data
as many as 7 wells which are then processed using WellCAD 5.5 software to obtain
log sheet results, namely gamma ray logs and density logs which are then
interpreted for subsurface lithology by reading the log curve deflection, from the
results of reading the log curve, the lithology in the research area is obtained in the
form of claystone, siltstone, carbonaceous claystone, and coal. Coal is characterized
by low gamma ray log response (<10 CPS) and high density log response (>900
CPS). To determine the distribution of coal seams in the study area, structural
correlation and startigraphic correlation were carried out onstrike (northwest -
southeast) and cross strike (southwest - northeast) coal seams and 3 coal seams
were found, seam A, seam B, seam C. Seam A experienced splitting into seam A1
and seam A2 due to structural influences. From the correlation results, the coal slope
is obtained in the southwest - northeast direction by experiencing thickening and
thinning layers. Analysis of grain size variations of the lithology in the research area
using the electrofacies analysis method obtained two patterns of deposition of the
Serrated and Bell type research areas when compared to Horne's (1978)
classification of facies that developed in the study area are BackSwamp in coal
lithology, Swamp in mudstone lithology, and Flood Plain in mudstone interspersed
with siltstone. And from the facies analysis, it can be identified that the study area
is a Delta depositional environment in the Transitional Lower Delta Plain to Upper
Delta Plain zone.
Keywords: Muara Enim Formation, Well Logging, Electrofacies