Abstract :
Pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik
Indonesia tahun 2019 lalu, modal politik merupakan salah satu cara bagi calon
untuk mampu menarik perhatian dan dukungan dari masyarakat. Hal ini berhasil
dilakukan oleh tokoh politik perempuan asal Daerah Pemilihan Jambi yakni Ria
Mayang Sari dengan memanfaatkan modal politik yang dimiliki dan mampu
memenangkan hasil pemilihan anggota DPD-RI dengan perolehan suara 241.365
suara. Dan berhasil memenangkan suara terbanyak dari para petahana yang sudah
beberapa kali menang pada pemilihan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk modal politik yang dimiliki Ria Mayang
Sari serta upaya memanfaatkannya dalam pemilihan DPD-RI pada pemilu 2019
lalu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian
menunjukan bahwa Ria Mayang Sari memiliki modal politik yang cukup besar
terbukti dari bentuk-bentuk modal politik yang dimiliki antaranya; 1)Modal
kelembagaan dimana Ria mampu memanfaatkan lembaga seperti kekuatannya
ketika menjadi ketua DPRD Kabupaten Bungo dan bagian dari kader Demokrat
Bungo sehingga menunjang proses kampanye yang dilakukannya untuk
mendekati hati masyarakat. 2)Modal soaial yang dimiliki Ria yang sangat kuat
karena Ria telah memiliki simpatisan loyal karena sejak ia terpilih dua kali
menjadi anggota DPRD dan sekali menjadi ketua DPRD Bungo. 3) Modal
simbolik diman Ria merupakan anak seorang politik dan masyarakat Jambi yang
juga mantan wakil dan Gubernur Jambi dan mempunyai jaringan yang cukup
kuat. 4)Modal ekonomi yang dimiliki Ria sangat menunjang keberhasilan dalam
setiap prosesnya membangun jaringan serta basis masa yang di miliki apa lagi
cost politik Indonesia yang sangat mahal. Kesemua bentuk-bentuk tersebut
dimanfaatkan dengan baik oleh Ria Mayang Sari serta tim sukses untuk berhasil
menarik dan mendapatkan dukungan dari masyarakat Provinsi Jambi khususnya
basis kekuatan massa Ria yang berada di Jambi wilayah Barat.