Abstract :
ABSTRAK
Kata Kunci: Tuanku Imam Bonjol, Perang Padri, Kaum Adat,Kaum Padri, Kolonialisme
Perang Padri di Minangkabau merupakan salah satu dampak dari
kolonialisme Belanda yang terjadi dan berpengaruh besar dalam kehidupan
masyarakat Minangkabau salah satu tokoh yaitu Tuanku Imam Bonjol yang menjadi
tokoh penerus penggerak perlawan tehadap kolonial Belanda yang membawa
perubahan dalam pergerakan yang dilakukan tak hanyak dalam pergerakan sejata tapi
juga dalam pendidikan dan keagamaan. Sehingga tujuan dalam penelitian kali ini
adalah (1)Mengetahui Kondisi Kolonial Belanda Masa Perjuangan Tuanku Imam
Bonjol Di Sumatra Barat 1807-1837, (2)Mengetahui Awal Mula Perang Padri Di
Sumara Barat 1807- 1837,(3)Mengetahui Dampak Perjuangan Tuanku Imam Bonjol
Terhadap Masyarkat Sumatra Barat 1807-1837. Untuk menjawab semua pertanyaan
tersebut peneliti menggunakan metedo penelitian sejarah diantaranya heurisik, kritik
sumber, interpretasi, dan historiografi, Sedangkan untuk pendekatannya
menggunakan pendekatan studi pustaka. Hasil dari penelitian yang dilakukan
diantaranya (1) Minangkabau memiliki keberagaman dari satu nagari ke nagari
lainnya yang dimana jika terjadi suatu permasalahan akan memancing terjadinya
konflik yang besar yang terjadi didalam masyrakat-nya. Hal ini dinilai sebagai salah
satu solusi mudah agar mereka dapat menguasai wilayah yang mereka inginkan
begitupun dengan Minangkabau. Hal ini tak pelak memicu perlawanan dari
masyarakat Minangkabau yaitu salah satunya terjadinya perang Padri dibawah
pimpinan Tuanku Imam Bonjol.(2) Perjuangannya untuk memajukan wilayah dan
menghilangkan pengaruh kolonial di Minangkabau beliau berbagai macam bentuk
perjuangan gerakan bersenjata, pendidikan dan keagamaan. Walaupun pada akhirnya
dia berhasil dikalahkan dan ditangkap, diasingkan hingga beliau wafat.(3) Perjuangan
yang dilakukan Tuanku Imam Bonjol sangat berdampak luas dalam setiap aspek
kehidupan dengan adanya gerakan Padri ini sedikit membawa perubahan dengan
masuknya agama Islam, banyak tradisi baru pasca perang Padri masuk yang dimana
perubahan ini dapat diterima masyarakat Minangkabau walaupun secara bertahap
bahkan pada masa ini budaya Minangkabau mengalami puncak kejayaannya.
walaupun setelah hampir 16 tahun berlangsung Belanda berhasil meredam
perlawanan yang dilakukan dalam perang Padri. Meskipun begitu gejolak dan
perlawanan yang dilakukan masyarakat Minangkabau tidak pernah surut
sepeninggalan Tuanku Imam Bonjol.