DETAIL DOCUMENT
EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI SELULOSA DARI KULIT BUAH AREN (Arenga pinnata) SEBAGAI ADSORBEN LOGAM TIMBAL (Pb)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jambi
Author
Rahma Sari, kania Difa
Subject
QD Chemistry 
Datestamp
2023-10-17 04:46:06 
Abstract :
Salah satu logam berat yang dapat mencemari lingkungan ialah logam timbal. Dimana logam timbal (Pb) adalah logam berat yang digolongkan ke dalam bahan pencemar yang berbahaya. Untuk mengurangi kadar ion logam timbal (II) dalam air limbah dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya metode adsorpsi. Adsorpsi merupakan proses penyerapan suatu zat baik molekul atau ion adsorbat oleh permukaan adsorben. Salah satu bahan alam yang sering digunakan sebagai adsorben adalah selulosa. Salah satu tanaman yang mengandung selulosa yaitu aren (Arenga pinnata). Sebelumnya dilakukan proses preparasi kulit buah aren untuk memperoleh serbuk sebagai bahan untuk ekstraksi. Tahapan pertama yakni delignifikasi menggunakan NaOH 3% sebagai aktivasi untuk menghilangkan lignin, tahapan yang kedua ialah bleaching menggunakan NaOCl 5% untuk melarutkan sisa senyawa lignin yang dapat menyebabkan perubahan warna. Ekstrak selulosa kulit buah aren kemudian dikarakterisasi menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan SEM-EDX (Scanning Electron Microscopy-Electron Dispersive X-Ray). Proses adsorpsi dengan variasi pH yaitu dari pH 4,5,6 dan 7, variasi waktu kontak dengan waktu yang digunakan 15, 30, 60, 90, 120, dan 150 menit, serta variasi konsentrasi yaitu 20, 25, 50, 75, 100, 125, dan 150 ppm. Uji adsorpsi ion logam Pb(II) dianalisis menggunakan instrumen AAS (Atomic Adsorption Spectroscopy). Lalu ditentukan model isoterm adsorpsinya dengan Langmuir dan Freundlich. Hasil penelitian menunjukkan pada FTIR terdapat gugus utama dari selulosa O- H, C-H dan C-O. Dengan permukaan selulosa hasil ekstraksi selulosa dari kulit buah aren terdapat pori. Penyerapan optimum berada pada kondisi pH 6 dpengan efisiensi adsorpsi 86,53% dan kapasitas adsorpsi 3,46 mg/g, waktu kontak optimum pada 120 menit dengan efisiensi adsorpsi 70,14% dan kapasitas adsorpsi 2,81 mg/g dan konsentrasi pada 150 ppm dengan kapasitas adsorpsi 24,65 mg/g. Model isoterm yang diplotkan terjadi isoterm Langmuir dengpan r = 0,9901 dan isotrm Freundlich dengan r= 0,9517. 
Institution Info

Universitas Jambi