Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi oleh karena penerapan manajemen berbasis
sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Batanghari belum
optimal. Sementara itu, kepala sekolah merupakan pemimpin yang memiliki
wewenang dan tanggungjawab untuk melaksanakan kebijakan pemerintah dalam
upaya melakukan pengelolaan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang lebih
mengoptimalkan semua sumber daya yang dimiliki oleh pihak sekolah termasuk
otimalisasi pemanfaatan daya dukung lingkungan yang ada. Keberhasilan
penerapan MBS sangat tergantung pada peran kepala sekolah. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi dan peran kepala sekolah
dalam penerapan MBS. Tujuan yang lain adalah untuk mengidentifikasi faktor
penghambat dan pendukung dari implementasi MBS di SMA Negeri yang ada di
Kabupaten Batanghari
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di
SMAN 5, SMAN 4, dan SMAN 7 yang ada di Kabupaten Batanghari. Subjek
Penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Ketua Komite
Sekolah, Wali Siswa, Guru, dan Siswa. Instrumen yang digunakan dalam
pengambilan data adalah daftar wawancara. Analisis data yang dilaksanakan
dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan model triangulasi bertahap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS di SMAN 5 adalah yang
terbaik, sedangkan SMAN 4 berada dibawahnya dan SMAN 7 berada pada urutan
terendah. Peran kepala sekolah SMAN 5 dalam penerapan MBS cukup optimal,
sedangkan peran kepala sekolah SMAN 4, dan 7 masih banyak yang harus
ditingkatkan. Faktor yang menghambat dalam penerapan MBS adalah peraturan
yang terus berubah-ubah, kebijakan kurikulum yang terus berubah-ubah,
pendanaan, dan partisipasi dan perhatian masyarakat yang masih rendah. Faktor
yang mendukung penerapan MBS adalah disiplin dn motivasi semua komponen
sekolah untuk memajukan pendidikan dan pengajaran di SMA Negeri yang ada di
Kabupaten Batanghari
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran kepala sekolah
dalam implementasi MBS kurang optimal dan masih perlu ditingkatkan