Abstract :
Kolaborasi menjadi upaya dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks. Seperti hal nya masalah inflasi yang terjadi di Provinsi Jambi. Penelitian ini hadir dengan tujuan mengetahui sejuah mana kolaborasi yang dilakukan Pemerintah Daerah dengan Bank Indonesia dalam menjaga laju inflasi di Provinsi Jambi dengan menggunakan teori Collaborative Governance yang dihadirkan Ansell dan Gash. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak terkait serta analisis dokumen terkait kolaborasi yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang dilakukan telah berjalan baik, dibuktikan dengan terkendali nya inflasi di Provinsi Jambi yang turun menjadi yang terendah secara nasional dari yang sebelumnya tertinggi melalui program-program yang dibuat seperti Gerakan Nasioal Pengendalian Inflasi Pangan, Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar. Namun, penelitian juga mengungkapkan bahwa kolaborasi ini menghadapi beberapa hambatan yang umum terjadi yaitu dari segi waktu yang berubah-ubah dalam penetapannya kemudian keterbatasan anggaran dari pemerintah daerah dan kehabisan stok pasokan bahan pangan strategis dari luar yang akan menghambat jalannya program serta perubahan sumber daya manusia dari setiap instansi yang mengharuskan untuk membangun komunikasi kembali. Terlepas dari hambatan tersebut Pemerintah Daerah bersama Bank Indonesia dalam TPID berhasil meminimalisir dan memberikan hasil yang maksimal.
Kata Kunci : Kolaborasi, Collaborative Governance, Inflasi.