Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan gambaran
usahatani padi sawah di Kelurahan Bandar Jaya, 2) Untuk menganalisis
pendapatan usahatani padi sawah berdasarkan tipe dan luas lahan di Kelurahan
Bandar Jaya dan 3) menganalisis perbedaan pendapatan usahatani padi sawah
berdasarkan tipe dan luas lahan di Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Rantau
Rasau Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode penelitian ini adalah deskriptif
kuantitatif dengan data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder.
Metode pengumpulan data menggunakan metode survey. Analisis data dalam
penelitian ini menggunakan two way anova. Metode penarikan sampel dalam
penelitian ini menggunakan metode stratified random sampling. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa usahatani padi sawah di Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan
Rantau Rasau Kabupaten Tanjung Jabung Timur meliputi luas lahan berkisar
antara 0,5 sampai 2 ha, pengolahan dilakukan dengan cara dibajak menggunakan
traktor, jenis benih yang digunakan adalah Janu, Ciherang, Inpara dan Santani
dengan cara disemai terlebih dahulu dan sistem tanam legowo dengan jarak tanam
yang digunakan adalah 25x25 cm, pemeliharaan dilakukan dengan penyemprotan
gulma dan pemupukan, pemanenan dilakukan dengan menggunakan mesin dan
penjualan hasil panen berupa gabah kering panen melalui tengkulak. Pendapatan
usahatani padi sawah berdasarkan tipe dan luas lahan di Kelurahan Bandar Jaya
Kecamatan Rantau Rasau Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdiri dari petani
pada lahan tipe A dengan luas ? 1 ha sebesar Rp.4.792.470,-/ha/MT, lahan tipe A
dengan luas > 1 sebesar Rp.13.376.400,-/ha/MT. Sementara itu, pendapatan pada
lahan tipe B dengan luas ? 1 ha sebesar Rp.2.626.304,-/ha/MT dan lahan dengan
luas > 1 ha memiliki pendapatan sebesar Rp.5.306.706,-/ha/MT. Hal ini
menunjukkan bahwa petani pada lahan tipe A dengan luas > 1 ha memiliki
pendapatan paling tinggi dibanding tipe dan luas lahan lainnya. Terdapat
perbedaan rata-rata pendapatan usahatani padi sawah berdasarkan tipe dan luas
lahan di Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Rantau Rasau Kabupaten Tanjung
Jabung Timur, kecuali pendapatan pada lahan tipe A dengan luas ?1 ha dengan
pendapatan pada lahan tipe B dengan luas > 1 ha tidak menunjukkan hasil yang
berbeda.
Kata Kunci : padi, pendapatan, tipe lahan, luas lahan
The objectives of this research are: 1) To describe the description of lowland rice farming in Bandar Jaya Village, 2) To analyze lowland rice farming income based on type and area of land in Bandar Jaya Village and 3) analyze differences in lowland rice farming income based on type and area of land in Bandar Jaya Village, Rantau Rasau District, East Tanjung Jabung Regency. This research method is quantitative descriptive with the data collected being primary and secondary data. The data collection method uses a survey method. Data analysis in this study used two way anova. The sampling method in this research used the stratified random sampling method. The results of the research show that lowland rice farming in Bandar Jaya Village, Rantau Rasau District, East Tanjung Jabung Regency covers land areas ranging from 0.5 to 2 ha, processing is carried out by plowing using a tractor, the types of seeds used are Janu, Ciherang, Inpara and Santani by sowing first and the legowo planting system with a spacing used of 25x25 cm, maintenance is carried out by spraying weeds and fertilizing, harvesting is carried out using machines and sales of the harvest in the form of dry harvested grain through middlemen. Lowland rice farming income based on land type and area in Bandar Jaya Subdistrict, Rantau Rasau District, East Tanjung Jabung Regency consists of farmers on type A land with an area of ? 1 ha amounting to Rp. 4,792,470,-/ha/MT, type A land with an area of > 1 amounting to IDR 13,376,400/ha/MT. Meanwhile, income on type B land with an area of ? 1 ha is Rp. 2,626,304,-/ha/MT and land with an area of > 1 ha has an income of Rp. 5,306,706,-/ha/MT. This shows that farmers on type A land with an area > 1 ha have the highest income compared to other land types and areas. There are differences in the average income of lowland rice farming based on land type and area in Bandar Jaya Subdistrict, Rantau Rasau District, East Tanjung Jabung Regency, except that income on type A land with an area of ?1 ha and income on type B land with an area of >1 ha does not show different results.
Keywords: rice, income, land type, land area