Abstract :
Cemaran logam berat saat ini telah banyak ditemukan di lingkungan. Di perairan keberadaan logam berat salah satunya disebabkan oleh aktivitas Penambangan emas tanpa izin (PETI). Pencemaran logam berat akibat PETI berdampak pada sedimen sungai dan biota yang hidup di dalamnya. Sungai Batang Masumai merupakan salah satu sungai yang berada di Kabupaten Merangin yang telah berpotensi tercemar logam berat merkuri dan timbal akibat aktivitas PETI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat merkuri dan timbal pada sedimen dan melihat tingkat pencemarannya berdasarkan Indeks Geoakumulasi (Igeo) serta kandungan logam berat merkuri dan timbal pada siput sedot (Sulcospira testudinaria) dan melihat Faktor Biokonsentrasi (BCF). Metode penelitian ini dilakukan dengan metode grab sampling untuk memperoleh data kuantitatif. Selanjutnya mendestruksi basah semua sampel dan menggunakan instrumen Inductively Coupled Plasma (ICP). Penelitian dilakukan dengan mengambil langsung sampel di lokasi penelitian untuk selanjutnya dianalisis di Laboratorium Air Universitas Andalas.
Rata-rata kandungan logam berat merkuri pada sedimen Sungai Batang Masumai di hulu sebesar 0,341 mg/kg, sementara di tengah sebesar 0,494 mg/kg dan di hilir sebesar 0,647 mg/kg. Sementara itu rata-rata kandungan logam berat timbal di hulu sebesar 0,789 mg/kg, di tengah sebesar 0,883 mg/kg dan di hilir sebesar 0,959 mg/kg. Berdasarkan nilai Indeks Geoakumulasi (Igeo), logam berat merkuri dan timbal pada sedimen Sungai Batang Masumai termasuk kategori tercemar ringan (0