Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor internal
dan eksternal strategi pengembangan ternak kerbau pada sistem pemeliharaan
semi intensif serta menganalisis strategi pengembangan ternak kerbau pada sistem
pemeliharaan semi intensif di Kecamatan Sakernan Kabupaten Muaro Jambi.
Metode yang digunakan yaitu metode survei. Data yang digunakan adalah data
primer dan data sekunder. Pengambilan responden menggunakan metode
sampling yang dia mbil secara acak sebanyak tiga puluh enam peternak.
Berdasarkan hasil analisis bahwa peternak kerbau pada sistem pemeliharaan semi
intensif di Kecamatan Sakernan Kabupaten Muaro Jambi mampu untuk
mengatasi kelemahan dan memanfaatkan kekuatan yang ada dengan total skor
matriks IFE sebesar 2,90 dan peternak kerbau pada sistem pemeliharaan semi
intensif di Kecamatan Sakernan Kabupaten Muaro Jambi mampu memanfaatkan
peluang dan menghadapi ancaman yang ada dengan total skor matriks EFE
sebesar 4,10. Peternakan kerbau yang dipelihara secara semi intensif di
Kecamatan Sakernan berada pada sel II yang berarti tumbuh dan bina, strategi
yang dapat diterapkan yaitu strategi intensif. Disimpulkan bahwa faktor internal
peternakan kerbau pada sistem pemeliharaan secara semi intensif di Kecamatan
Sakernan meliputi Pengalaman beternak, jumlah ternak, kelahiran ternak,
pembelian ternak, kekuatan pengembalaan, pendidikan peternak rendah, kematian
ternak, pemotongan ternak, penyakit, dan sistem perkawinan. Sedangkan faktor
eksternal berupa permintaan ternak kerbau tinggi dan ternak hilang. Berdasarkan
analisis matriks QSPM strategi alternatif yang dapat diterapkan yaitu
meningkatkan populasi ternak melalui sistem perkawinan yang lebih terkendali,
perkawinan ternak kerbau ternak betina akan bunting dan melahirkan, maka dari
itu meningkatkan populasi dan memanfaatkan kelahiran ternak yang tinggi agar
dapat memenuhi permintaan ternak kerbau.